• About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, September 11, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Dailybisnis.com
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Politik
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Ragam
    • Film
    • Musik
    • Tekno
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Politik
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Ragam
    • Film
    • Musik
    • Tekno
No Result
View All Result
Dailybisnis.com
No Result
View All Result
Home News

Green Justice Indonesia Desak Pemda Perkuat Tata Kelola Kawasan Ekosistem Leuser

by Gunawan
Juni 30, 2026
in News
0
Green Justice Indonesia Desak Pemda Perkuat Tata Kelola Kawasan Ekosistem Leuser
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dailybisnis.com, Medan – Ancaman kerusakan terhadap Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) di Sumatera Utara terus meningkat, mulai dari hilangnya tutupan hutan, perambahan ilegal, hingga fragmentasi habitat. Kondisi ini mendesak pemerintah daerah (Pemda) untuk segera memperkuat tata kelola dan sinkronisasi kebijakan pembangunan agar tidak bertentangan dengan fungsi konservasi.

Direktur Green Justice Indonesia, Panut Hadisiswoyo, menegaskan bahwa keterlibatan aktif Pemda sangat krusial. Hal itu ia sampaikan dalam Lokakarya Kebijakan dan Penguatan Tata Kelola KEL yang digelar di Aula Bapperida Sumut, Medan, Selasa (30/6/2026).

RelatedPosts

PLN Icon Plus Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Perkuat Budaya K3 melalui Digitalisasi

Tangguh Hadapi Gejolak Global, Pasar Modal Indonesia Unjuk Gigi hingga Jumlah Investor di Sumut Tembus 1 Juta

Misteri Pembunuhan Warga di Langkat Terkuak: Dipicu Dendam Pencurian Sawit

“Kami mengharapkan partisipasi pemerintah daerah yang dikomandoi oleh Bappeda. Selain itu, kami juga mengundang Bappeda kabupaten, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Penanaman Modal serta Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dari empat kabupaten yang memiliki kawasan Leuser,” ujar Panut.

Empat wilayah yang menjadi fokus perhatian adalah Kabupaten Deli Serdang, Langkat, Dairi, dan Karo. Menurut Panut, saat ini masih terdapat ketidaksinkronan antara kebijakan pembangunan daerah, seperti proyek infrastruktur jalan yang membelah hutan, dengan kaidah pengelolaan Kawasan Strategis Nasional (KSN).

Ia menekankan bahwa setiap pembangunan yang melintasi kawasan hutan wajib menyertakan langkah mitigasi, seperti pembangunan koridor satwa.

“Konsep kawasan strategis harus mampu mengakomodasi kebutuhan manusia, ekonomi, dan konservasi secara bersamaan dengan dampak yang serendah mungkin terhadap ekosistem,” tambahnya.

Panut juga menyoroti alih fungsi lahan di Taman Hutan Raya (Tahura) yang telah mencapai lebih dari 1.000 hektare menjadi perkebunan. Ia menilai lemahnya penegakan hukum menjadi salah satu pemicu utama kerusakan lingkungan yang terus berlanjut.

“Kawasan Leuser di Sumatera Utara saat ini menghadapi ancaman serius akibat kehilangan tutupan hutan dan kerusakan habitat. Sampai sekarang belum terlihat penanganan yang nyata dari pemerintah provinsi maupun negara,” keluhnya.

Sinergi Lintas Sektor sebagai Benteng Ekologis

Kepala Bapperida Sumut, Dikky Anugrah, mengakui bahwa KEL merupakan benteng ekologis strategis bagi Sumut yang mencakup luas sekitar 384.294 hektare. Kawasan ini merupakan habitat bagi spesies kunci seperti orangutan, badak, gajah, dan harimau Sumatera.

Dikky mengingatkan bahwa status Gunung Leuser sebagai bagian dari Tropical Rainforest Heritage of Sumatra yang diakui UNESCO sejak 2004, serta masuknya kawasan ini dalam daftar World Heritage in Danger sejak 2011, merupakan peringatan keras bagi semua pemangku kepentingan.

“Menjadi pengingat penting bahwa perlindungan KEL harus diwujudkan melalui kebijakan yang konsisten, tata kelola yang kuat, pengawasan yang efektif, serta kolaborasi nyata dari seluruh pemangku kepentingan,” tegas Dikky.

Melalui lokakarya tersebut, Bapperida Sumut mendorong lahirnya rumusan kebijakan operasional yang terintegrasi ke dalam dokumen perencanaan pembangunan dan penataan ruang. Langkah-langkah konkret yang didorong meliputi penegasan batas kawasan, penguatan pemantauan berbasis data spasial, serta koordinasi lintas daerah yang lebih solid.

“Kami mengajak seluruh peserta agar forum ini tidak berhenti sebatas pernyataan komitmen, tetapi menghasilkan rekomendasi yang spesifik, dapat ditindaklanjuti, dan mampu menjawab berbagai persoalan nyata yang dihadapi Kawasan Ekosistem Leuser,” pungkasnya.

Tags: Bapperida SumutGreen Justice IndonesiaKawasan Ekosistem LeuserKerusakan LingkunganPanut Hadisiswoyo
Gunawan

Gunawan

Gunawan merupakan editor dan reporter DailyBisnis.com yang terlibat dalam proses penulisan, penyuntingan, pemeriksaan, dan publikasi berita. Ia berfokus pada penyajian informasi yang aktual, informatif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pembaca.

Related Posts

PLN Icon Plus Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Perkuat Budaya K3 melalui Digitalisasi

PLN Icon Plus Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Perkuat Budaya K3 melalui Digitalisasi

by Gunawan
September 10, 2026
0

Dailybisnis.com, Jakarta — PLN Icon Plus meraih tiga penghargaan dalam ajang Indonesia QHSE Sustainability For Business Awards (IQSA) 2026 atas...

Tangguh Hadapi Gejolak Global, Pasar Modal Indonesia Unjuk Gigi hingga Jumlah Investor di Sumut Tembus 1 Juta

Tangguh Hadapi Gejolak Global, Pasar Modal Indonesia Unjuk Gigi hingga Jumlah Investor di Sumut Tembus 1 Juta

by Gunawan
September 10, 2026
0

Dailybisnis.com, Medan - Pasar modal Indonesia terbukti tangguh menghadapi goncangan ekonomi global. Pada penutupan Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan...

Misteri Pembunuhan Warga di Langkat Terkuak: Dipicu Dendam Pencurian Sawit

Misteri Pembunuhan Warga di Langkat Terkuak: Dipicu Dendam Pencurian Sawit

by Gunawan
September 10, 2026
0

Dailybisnis.com, Langkat - Polisi akhirnya berhasil membongkar kasus pembunuhan tragis yang menimpa TS (55) di Dusun IV Lau Mulgap, Desa...

Recommended

Revolusi Digital KAI: 200 Ribu Lebih Penumpang di Sumut Kini Boarding Pakai Wajah

Revolusi Digital KAI: 200 Ribu Lebih Penumpang di Sumut Kini Boarding Pakai Wajah

8 bulan ago
Rakernas PSBI 2026 di Medan: Diikuti 156 Wilayah, Siap Songsong Pesta Bolon dan Kongres 2027

Rakernas PSBI 2026 di Medan: Diikuti 156 Wilayah, Siap Songsong Pesta Bolon dan Kongres 2027

4 bulan ago
Dailybisnis.com

Dailybisnis.com ©2026 • All rights reserved.

Navigate Site

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Bisnis
  • Politik
  • News
  • Film
  • Musik
  • Olahraga
  • Fashion
  • Tekno
  • Health

Dailybisnis.com ©2026 • All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In