Dailybisnis.com, Medan – Program Beasiswa Peduli Orangutan kembali menegaskan perannya sebagai investasi jangka panjang dalam melahirkan pemimpin konservasi masa depan. Memasuki tahun ke-21 kiprahnya, program yang diinisiasi oleh Yayasan Orangutan Sumatera Lestari–Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) bersama Orangutan Republik Foundation (OURF) ini, resmi memberikan beasiswa kepada 12 mahasiswa baru asal Sumatra Utara dan Aceh pada Jumat (3/7/2026).
Prosesi penandatanganan kontrak beasiswa berlangsung di Convention Hall Lantai 3, Gedung Biro Rektor Universitas Medan Area. Ke-12 mahasiswa terpilih ini akan mendapatkan dukungan biaya pendidikan hingga lulus, bantuan dana penelitian, hingga biaya koas tambahan bagi mahasiswa kedokteran hewan.
Sejak dirintis pada 2006, program ini telah menyokong 213 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, 175 di antaranya telah menyelesaikan pendidikan dan kini berkarier di berbagai lembaga konservasi, instansi pemerintah, maupun melanjutkan studi ke jenjang magister.
Education and Awareness Coordinator YOSL-OIC, Darsimah Siahaan, menyatakan bahwa rekam jejak para alumni menjadi bukti keberhasilan program dalam membangun kapasitas generasi muda.
“Selama 21 tahun, kami melihat banyak alumni yang kini mengabdikan diri di dunia konservasi, bekerja di NGO, instansi pemerintah, hingga melanjutkan studi. Bagi kami, inilah dampak terbesar dari Beasiswa Peduli Orangutan, yaitu melahirkan generasi yang berkontribusi untuk kerja kerja konservasi,” ujar Darsimah.
Founder dan Chairperson YOSL-OIC, Panut Hadisiswoyo, menekankan bahwa konservasi tidak hanya terbatas pada perlindungan fisik hutan, tetapi juga bergantung pada kualitas sumber daya manusia.
“Melalui Beasiswa Peduli Orangutan, kami ingin membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mendalami ilmu pengetahuan tentang konservasi. Komitmen itu harus dibangun sejak hari ini agar mereka mampu menjadi penerus upaya pelestarian orangutan dan habitatnya. Investasi pada pendidikan adalah investasi bagi masa depan konservasi,” tegas Panut.
Senada dengan itu, Presiden Orangutan Republik Foundation (OURF), Gary L. Shapiro, memandang program ini sebagai pilar penting bagi masa depan lingkungan di Indonesia, khususnya di wilayah yang menjadi habitat Orangutan Sumatra dan Tapanuli.
“Setiap penerima Beasiswa Peduli Orangutan adalah investasi untuk masa depan Indonesia. Dunia konservasi membutuhkan lebih banyak peneliti, akademisi, pegiat lingkungan, dan pemimpin yang mampu menginspirasi perubahan. Karena itu, kami memfokuskan dukungan di Aceh dan Sumatera Utara, dua provinsi yang masih menjadi rumah bagi orangutan sumatra dan tapanuli. Kami berharap para penerima beasiswa kelak menjadi bagian dari solusi, membawa ilmu yang mereka miliki untuk melindungi orangutan, hutan hujan tropis, dan keanekaragaman hayati Indonesia,” tutup Gary.
Selama lebih dari dua dekade, Beasiswa Peduli Orangutan telah membuktikan bahwa pendidikan merupakan strategi konservasi yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi kelestarian satwa dan hutan Indonesia.











