Dailybisnis.com, Medan – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut tengah mengambil langkah-langkah strategis untuk menormalisasi dan memperkuat distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatera Utara. Langkah ini dilakukan menyusul adanya penyesuaian distribusi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah operasional Fuel Terminal Medan akibat penataan pola distribusi bersama mitra transportir.
Guna menjaga keandalan layanan dan memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi, Pertamina melakukan percepatan distribusi melalui beberapa strategi utama. Operasional Fuel Terminal Medan Group kini berjalan selama 24 jam penuh. Selain itu, kapasitas armada angkutan ditingkatkan melalui skema spot charter sebanyak 35 unit mobil tangki.
Untuk memperkuat aspek operasional di lapangan, Pertamina juga menambah personel Awak Mobil Tangki (AMT) dengan dukungan dari Bekang TNI dan Kodaeral I Belawan. Langkah dukungan logistik lainnya dilakukan dengan mengoptimalkan pola alih suplai dari Fuel Terminal Kisaran, Fuel Terminal Siantar, dan Integrated Terminal Lhokseumawe.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa seluruh langkah percepatan ini dijalankan dengan tetap mengedepankan standar Health, Safety, Security, & Environment (HSSE).
“Kami terus melakukan berbagai upaya percepatan agar distribusi BBM kepada masyarakat dapat berjalan optimal. Melalui operasional Fuel Terminal Medan Group selama 24 jam, penambahan armada mobil tangki, penguatan personel Awak Mobil Tangki, serta dukungan alih suplai dari terminal penyangga, kami berupaya memastikan penyaluran BBM ke seluruh SPBU dapat berlangsung lebih cepat sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik. Seluruh upaya tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan standar Health, Safety, Security, & Environment (HSSE),” ujar Fahrougi, Selasa (14/7).
Saat ini, Pertamina memastikan stok BBM nasional masih dalam batas aman. Selain upaya teknis, perusahaan juga memperketat monitoring terhadap kondisi stok serta antrean di setiap SPBU. Koordinasi intensif juga terus dibangun bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Hiswana Migas, dan aparat keamanan untuk memastikan setiap kendala di lapangan dapat segera teratasi.
Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan melakukan pembelian BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembelian berlebihan maupun penimbunan.











