Dailybisnis.com, Simalungun — Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diikuti oleh 34 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) di Desa Huta III Dolok Nagori Boluk, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun telah resmi berakhir.
Berlangsung selama satu bulan penuh (27 Juli hingga 28 Agustus 2026), para mahasiswa yang berasal dari Fakultas Syari’ah dan Hukum, Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Dakwah dan Komunikasi, serta Ushuludin dan Studi Islam ini membawa ragam program berdampak langsung bagi warga lokal.
Inisiatif Kesehatan dan Edukasi Sekolah
Melalui kolaborasi bersama Puskesmas setempat, KKN UINSU mengintegrasikan Program Layanan Primer (IPL) dengan fokus utama pada pencegahan stunting dan aksi gizi.
“Dalam pelaksanaan IPL ini, mahasiswa KKN, ikut serta memberikan edukasi hidup sehat terhadap masyarakat, seperti ibu hamil, warga memiliki balikan dan masyarakat yang lanjut usia,” kata Ketua KKN UINSU Huta III Dolok 2026, M. Fikri Pratama, Jumat (4/9/2026).
Tak hanya di ranah kesehatan, perhatian juga diarahkan ke SDN 098023 Kampung Dolok Bangun melalui kampanye anti-perundungan (anti-bullying) demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.
“Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai apa yang dimaksud dengan bullying, berbagai bentuk perundungan, serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap korban maupun lingkungan sekolah,” jelas Fikri.
Penyampaian disajikan secara interaktif menggunakan bahasa sederhana. Siswa diajak mengenali bentuk-bentuk perundungan, mulai dari ejekan, pemanggilan julukan buruk, pengucilan, hingga tindakan fisik.
“Mahasiswa KKN menekankan pentingnya sikap saling menghargai dan menyayangi antarsesama siswa. Mereka mengajak siswa untuk tidak ikut melakukan bullying, tidak menjadi penonton yang membiarkan perundungan terjadi, serta berani melaporkan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya apabila melihat tindakan perundungan,” sebut Fikri.
Fikri menambahkan, “Mahasiswa KKN juga memberikan contoh sederhana mengenai cara menyelesaikan konflik antarteman dengan komunikasi yang baik tanpa menggunakan kekerasan.
“Langkah ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran kolektif untuk membendung perilaku perundungan sejak dini.
“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Dengan adanya kerja sama antara pihak sekolah, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat, diharapkan tindakan bullying dapat dicegah sejak dini sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa,” jelas Fikri.
Pelestarian Lingkungan dan Moderasi Beragama
Di bidang lingkungan, mahasiswa memelopori gerakan kebersihan dengan mengedukasi pemisahan sampah organik dan non-organik, merakit plang ecobrick, serta menyediakan fasilitas tempat sampah baru.
Sementara pada aspek sosial-keagamaan, KKN ditutup dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama warga setempat guna mempererat silaturahmi dan membumikan nilai moderasi beragama.
“Kami sangat bersyukur dapat melaksanakan kegiatan Maulid Nabi bersama masyarakat Huta III Kampung Dolok. Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta mengamalkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari,” sebut Fikri.
Ia menambahkan, “Kami berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini dapat terus dipertahankan. Moderasi beragama mengajarkan kita untuk saling menghargai, tidak berlebihan dalam menyikapi perbedaan, serta mengedepankan persatuan dan kedamaian.”
Rangkaian kegiatan ini menegaskan komitmen mahasiswa dalam pengabdian masyarakat berbasis kebersamaan dan toleransi.
“Melalui kegiatan ini, KKN UINSU Huta III Dolok 2026 berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat melalui kegiatan keagamaan dan sosial yang mengedepankan moderasi beragama, toleransi, gotong royong, serta penguatan silaturahmi,” tandas Fikri.





