Dailybisnis.com, Simalungun – Niat membantu membenahi fasilitas di tempat wisata justru berujung duka. Mahyar (25) ditemukan tewas di dasar pemandian alam Sungai Lobang, Desa Kerasaan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Senin dini hari (14/9/2026).
Petaka ini bermula pada Minggu sore (13/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban menyelam secara manual tanpa peralatan keselamatan khusus ke dasar sungai. Tujuan Mahyar hanya satu: melepaskan tali buoy (pelampung penanda) yang tersangkut di dasar air. Naas, setelah menyelam beberapa meter, ia tak kunjung muncul kembali ke permukaan.
Warga yang panik langsung melapor ke Basarnas melalui layanan Call Center 115. Menerima laporan tersebut, Tim Rescue dari Pos SAR Danau Toba langsung meluncur dan tiba di lokasi sekitar pukul 21.40 WIB untuk berkoordinasi dengan kepolisian, pemerintah setempat, serta keluarga korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menyebutkan bahwa operasi pencarian malam hari itu membagi tim menjadi dua unit (SRU). Unit 1, fokus menyisir bawah air menggunakan alat pendeteksi sonar Aqua Eye yang dilanjutkan dengan penyelaman. Sementara itu unit 2, melakukan penyisiran darat di sepanjang pinggir sungai hingga sejauh 100 meter ke arah hilir.
Pencarian di tengah kegelapan malam bukan tanpa hambatan. Petugas harus berhadapan dengan pekatnya arus bawah air dan kedalaman lubuk sungai yang minim penerangan.
Usaha keras Tim SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 23.40 WIB, sensor Aqua Eye mendeteksi posisi korban. Petugas penyelam yang diterjunkan berhasil menemukan tubuh Mahyar di dasar sungai pada kedalaman sekitar 10 meter dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban baru bisa dievakuasi penuh ke darat pada pukul 00.20 WIB sebelum akhirnya diserahkan ke pihak keluarga.
Atas kejadian ini, Hery mengingatkan masyarakat untuk tidak memandang remeh bahaya di area pemandian alam.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan. Perhatikan kedalaman dan arus sungai, serta jangan sekali-kali melakukan aksi menyelam tanpa perlengkapan memadai,” tegas Hery.





