Dailybisnis.com, Karimun – Distribusi LPG 3 Kg di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, terus diperketat dan dioptimalkan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Langkah strategis ini mencakup pemeliharaan fasilitas secara berkala, peremajaan tabung bersubsidi, hingga penguatan sinergi bersama pemerintah daerah guna memastikan pelayanan yang aman bagi masyarakat.
Menghadapi tantangan geografis wilayah kepulauan, ketersediaan tabung berstandar keselamatan menjadi fokus utama. Sepanjang tahun 2026, tercatat sebanyak 25.000 tabung LPG 3 Kg layak edar telah dikirimkan ke Karimun melalui skema perputaran dan penggantian. Dalam kurun tiga bulan terakhir saja, pasokan rutin masuk rata-rata 3.000 tabung per bulan dengan sokongan Bengkel Pemeliharaan Tabung (BPT) di Batam dan Tanjungpinang.
Tak hanya pemeliharaan rutin, Pertamina juga menarik 12.000 tabung rusak yang tak lagi memungkinkan untuk diperbaiki. Posisi tabung tersebut langsung digantikan dengan unit baru dari gudang Batam demi menjamin keamanan penggunaan di tingkat konsumen.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Silvani Maiyestuhariani, menegaskan bahwa serangkaian langkah ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan energi di daerah kepulauan.
“Kami terus mengoptimalkan ketersediaan tabung LPG 3 Kg yang layak edar melalui peningkatan pemeliharaan, penggantian tabung, serta penguatan koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Upaya ini menjadi prioritas kami agar distribusi LPG kepada masyarakat Karimun dapat berjalan semakin optimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kualitas pelayanan,” ujar Silvani.
Tantangan Geografis dan Korosi Pesisir
Pengelolaan rantai pasok di Karimun memang memiliki kompleksitas tersendiri. Pengangkutan yang memadukan jalur darat dan laut, ditambah tingginya paparan udara pesisir yang memicu korosi pada tabung, menuntut pemeliharaan berkelanjutan. Oleh karena itu, evaluasi berkala terus dilakukan terhadap pola distribusi, penanganan tabung, hingga kesiapan sarana pendukung.
Guna memetakan solusi menyeluruh, Pertamina Patra Niaga menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Karimun dan instansi terkait pada Selasa (27/10). Pertemuan tersebut membedah langkah optimalisasi penanganan tabung—mulai dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), proses pengangkutan darat-laut, hingga pangkalan—serta pengetatan pengawasan agar penyaluran tepat sasaran.
Sebagai solusi jangka panjang, Pertamina Patra Niaga juga mendorong percepatan pembangunan Bengkel Pemeliharaan Tabung (BPT) di Kabupaten Karimun. Kehadiran fasilitas lokal ini diharapkan mampu memangkas waktu pemeriksaan dan perbaikan, meningkatkan efisiensi rotasi tabung, sekaligus mengakhiri ketergantungan pada BPT di luar daerah.
Sinergi Lintas Sektor Jelang Nataru
Demi menjamin kelancaran transportasi laut dan pembongkaran muatan, koordinasi intensif terus digalang bersama Pemkab Karimun, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bea Cukai, hingga mitra penyalur dan transportir. Kesiapan armada serta skema penanganan kendala cuaca dan gelombang menjadi perhatian utama.
Secara umum, penyaluran LPG 3 Kg di Karimun berjalan stabil. Kendati demikian, Pertamina Patra Niaga tetap sigap merespons kendala perputaran tabung di beberapa titik. Pengawasan pun mulai ditingkatkan mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, termasuk memastikan kesiapan operasional SPBE dan pangkalan resmi.
“Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan melalui sinergi bersama pemerintah daerah, instansi terkait, dan seluruh mitra penyalur. Kami ingin memastikan kebutuhan LPG 3 Kg masyarakat Karimun dapat terus terlayani dengan baik, aman, dan sesuai peruntukannya,” tutup Silvani.



