Dailybisnis.com, Medan – Pasar keuangan global dan domestik mengawali pekan ini dengan tensi tinggi. Kombinasi memburuknya hubungan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa serta deretan agenda ekonomi penting membuat investor cenderung defensif.
Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin, menyoroti fenomena “pelarian ke aset aman” (safe haven) yang dipicu oleh ancaman kenaikan tarif impor AS terhadap negara-negara Eropa. Ketegangan ini menyusul perselisihan terkait isu aneksasi wilayah Greenland yang kian meruncing.
Emas Terbang, Rupiah Terkapar
Dampak langsung dari memburuknya geopolitik Barat ini terlihat pada harga emas dunia yang kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
“Harga emas dunia melambung hingga ke kisaran $4.661 per troy ons. Jika dikonversi ke rupiah, harganya kini menyentuh angka fantastis, yakni sekitar Rp2,51 juta per gram,” ujar Gunawan Benjamin, Senin (19/1/2026).
Di sisi lain, nilai tukar Rupiah justru menunjukkan tren pelemahan. Mata uang garuda ditransaksikan melemah ke level Rp16.900 per dolar AS, mendekati level psikologis krusial Rp17.000. Kondisi ini, menurut Gunawan, menjadi beban berat bagi pasar saham domestik.
“Kombinasi antara bursa Asia yang bergerak mixed cenderung melemah serta depresiasi Rupiah yang tajam akan sangat membebani kinerja IHSG. Meski sempat dibuka menguat ke 9.098, IHSG kini mulai terjebak di zona merah,” tambahnya.
Pekan Krusial: Menanti BI Rate dan GDP Amerika
Investor pekan ini juga dihadapkan pada jadwal padat kebijakan moneter dan data makro ekonomi global:
• China: Pasar menanti kebijakan suku bunga pinjaman dari Bank Sentral China (PBoC) esok hari setelah rilis data pertumbuhan ekonomi (GDP).
• Indonesia: Hari Rabu mendatang, Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan kebijakan suku bunga acuan yang sangat dinanti untuk menahan laju pelemahan Rupiah.
• Amerika Serikat: Kamis nanti, data GDP AS kuartal III diproyeksikan tumbuh kuat di angka 4%, yang berpotensi semakin memperkokoh posisi dolar AS.
• Jepang: Bank Sentral Jepang (BoJ) akan menutup rangkaian agenda pekan ini dengan pengumuman kebijakan moneter pada hari Jumat.
Strategi Investor
Melihat volatilitas yang tinggi, Gunawan Benjamin menyarankan investor untuk tetap waspada, terutama mengamati pergerakan harga komoditas dan kebijakan Bank Indonesia tengah pekan nanti.
“Pekan ini adalah pekan yang sangat sibuk bagi pasar keuangan. Ketegangan AS-Eropa menjadi faktor liar yang harus terus dipantau karena dampaknya sangat instan terhadap harga emas dan stabilitas nilai tukar kita,” tutupnya.
























