Dailybisnis.com, Medan – Wajah transportasi publik di Sumatera Utara kini semakin canggih dan ramah lingkungan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara mencatat sebanyak 205.532 pelanggan telah beralih menggunakan teknologi Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Medan sejak diperkenalkan pada September 2024 hingga 13 Januari 2026.
Inovasi pemindaian wajah ini bukan sekadar gaya hidup digital, melainkan langkah nyata KAI dalam mewujudkan transportasi hijau yang berkelanjutan.
Efisiensi Tinggi: Hemat 514 Rol Kertas
Teknologi ini terbukti ampuh memangkas birokrasi keberangkatan. Plt. Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa peralihan dari sistem manual ke digital ini berdampak langsung pada pengurangan limbah kertas.
“Sejak pertama kali dioperasikan, kita berhasil menghemat sebanyak 514 rol kertas tiket. Dengan rata-rata 13.000 pengguna setiap bulannya, proses boarding menjadi jauh lebih cepat dan ramah lingkungan karena tidak perlu lagi mencetak dokumen fisik,” ujar Anwar, Kamis (14/1/2026).
Hingga saat ini, tercatat sudah ada 66.851 pelanggan di Sumatera Utara yang melakukan registrasi data biometrik untuk fitur ini.
Keamanan Data Berstandar Internasional
Meski menggunakan data biometrik, masyarakat tidak perlu khawatir soal privasi. KAI menjamin keamanan data pelanggan dengan standar internasional ISO 27001.
Data seperti nama, NIK, dan foto disimpan dalam pangkalan data yang aman. Bahkan, sistem secara otomatis akan menghapus data pelanggan jika dalam kurun waktu satu tahun fitur tersebut tidak pernah digunakan.
“Pelanggan memiliki kendali penuh. Mereka bisa mengajukan penghapusan data kapan saja melalui aplikasi atau Customer Service. Transparansi dan perlindungan privasi adalah prioritas kami,” tegas Anwar.
Cara Daftar: Praktis Lewat HP atau Stasiun
Bagi masyarakat yang ingin merasakan kemudahan boarding tanpa antre, pendaftaran bisa dilakukan dengan dua cara mudah:
- Aplikasi Access by KAI: Registrasi mandiri melalui smartphone.
- Layanan Stasiun: Pendaftaran langsung dengan bantuan petugas di stasiun.
Setelah terdaftar, penumpang cukup berdiri di depan layar pemindai saat akan masuk ke peron tanpa perlu menunjukkan KTP atau tiket fisik.
Langkah strategis ini memperkokoh posisi KAI sebagai transportasi publik masa depan yang mengintegrasikan kecanggihan teknologi dengan pelestarian lingkungan (Green Transportation) di Bumi Sumatera Utara.











































