Dailybisnis.com, Medan – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memperkuat ketahanan pangan jelang Hari Raya Idulfitri 1447 H dengan mengamankan stok beras sebanyak 53.000 ton. Kepastian ini muncul seiring masuknya tambahan pasokan 27.000 ton dari Jakarta yang kini dalam proses pengiriman.
Penebalan stok ini merupakan langkah strategis menyusul lonjakan signifikan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Sumut. Data menunjukkan kenaikan dua kali lipat pada periode Februari-Maret 2026.
“Jumlah penerima bantuan pangan di Sumut meningkat drastis dari 844.696 menjadi 1.700.576 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kebutuhan beras pun melonjak dari 16.500 ton menjadi 35.000 ton,” ujar Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, dalam konferensi pers di Medan, Jumat (13/3/2026).
Selain cadangan utama, Bulog Sumut terus memacu penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga saat ini, realisasi distribusi mencapai 14.970 ton dari target tahunan 49.000 ton. Program ini turut melibatkan sinergi dengan Polda Sumut dan TNI AD.
Untuk program Bantuan Pangan, Bulog menargetkan distribusi paket 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng kepada 1.752.000 penerima tuntas pada 31 Maret 2026. Budi menegaskan timnya akan tetap beroperasi tanpa hari libur selama momentum Lebaran guna memastikan kelancaran suplai di pasar.
Meski mendapat dukungan stok nasional, Bulog tetap memprioritaskan hasil tani daerah. Target penyerapan gabah lokal dipatok sebesar 70.000 ton (setara 35.000 ton beras) hingga akhir 2026. Saat ini, penyerapan di masa panen raya telah menyentuh angka 4.500 ton.
“Dengan kombinasi stok nasional dan penyerapan lokal, kami menjamin masyarakat tidak perlu khawatir. Stok sangat aman untuk kebutuhan pasar maupun bantuan pemerintah hingga pasca-Lebaran,” pungkas Budi.
























