Dailybisnis.com, Medan – Di bawah kepemimpinan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatatkan rapor hijau di sektor ekonomi sepanjang tahun 2025. Melalui strategi iklim investasi yang kondusif dan penguatan ekonomi kerakyatan, Sumut sukses memperkokoh posisinya sebagai lokomotif ekonomi di Pulau Sumatera.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Sumut pada Triwulan III-2025 tumbuh stabil sebesar 4,55% (YoY). Capaian ini membuat Sumut menjadi penyumbang kontribusi ekonomi tertinggi di Pulau Sumatera dengan angka mencapai 23,58%.
Investasi Tumbuh Fantastis
Salah satu indikator keberhasilan paling mencolok adalah lonjakan minat penanam modal. Sepanjang tahun 2025, persentase jumlah investor yang masuk ke Sumut meningkat tajam hingga 53,5 persen, dengan peningkatan nilai investasi sebesar 25 persen.
“Gubernur Bobby Nasution berkomitmen membangun ekosistem ekonomi yang progresif. Investasi ini bukan sekadar angka, tapi menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja nyata bagi masyarakat,” ujar Kepala Biro Perekonomian Sumut, Poppy Marulita Hutagalung, Rabu (14/1/2026).
Angka Pengangguran dan Kemiskinan Turun
Iklim investasi yang sehat berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Hal ini terlihat dari beberapa indikator sosial:
- Pengangguran: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,32% (dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 5,6%).
- Kemiskinan: Persentase kemiskinan per Maret 2025 tercatat 7,36%, lebih baik dari target yang ditetapkan.
- Kesenjangan: Gini Ratio menyusut ke angka 0,295 poin, menunjukkan pemerataan ekonomi yang semakin membaik di tengah masyarakat.
Jurus “4K” Taklukkan Inflasi
Pemprov Sumut juga terbukti tangguh dalam menjaga stabilitas harga pangan. Inflasi yang sempat berada di angka 5,32% pada September berhasil ditekan menjadi 3,96% pada November 2025.
Poppy menjelaskan, Gubernur telah meneken Keputusan Gubernur Nomor 188.44/839/KPTS/2025 tentang Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025–2027 dengan strategi 4K:
- Keterjangkauan harga.
- Ketersediaan pasokan.
- Kelancaran distribusi.
- Komunikasi efektif.
Penguatan UMKM Lewat Koperasi Merah Putih
Tak hanya menyasar investor besar, Gubernur Bobby juga memperkuat akar rumput melalui pemberdayaan UMKM. Dari target 6.100 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP), sebanyak 4.613 koperasi (75,62%) telah resmi terdaftar dalam sistem informasi digital (SIMKOPDES).
Langkah ini memastikan bahwa pembangunan ekonomi di Sumatera Utara berjalan secara inklusif dan berkelanjutan, menyentuh hingga ke pelosok desa di seluruh kabupaten/kota.











































