• About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, September 11, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Dailybisnis.com
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Politik
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Ragam
    • Film
    • Musik
    • Tekno
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Politik
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Ragam
    • Film
    • Musik
    • Tekno
No Result
View All Result
Dailybisnis.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Workshop Kampanye Iklim Dorong Peran Anak Muda di Tengah Transisi Energi

by Gunawan
Mei 4, 2026
in Editorial
0
Workshop Kampanye Iklim Dorong Peran Anak Muda di Tengah Transisi Energi
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dailybisnis.com, Medan – Upaya memperkuat keterlibatan generasi muda dalam isu perubahan iklim terus didorong melalui berbagai inisiatif kolaboratif. Salah satunya dilakukan oleh Perkumpulan Katalisator Ekologi (KATALOGI) yang bekerja sama dengan The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Sumatera Utara melalui penyelenggaraan “Workshop Kampanye Iklim di Tengah Isu Transisi Energi”.

Kegiatan yang digelar pada Senin, 20 April 2026 di Pax Coffee, Medan, ini menghadirkan berbagai perwakilan organisasi, komunitas, serta kelompok pers mahasiswa dan pecinta alam. Workshop ini menjadi ruang diskusi sekaligus penguatan kapasitas dalam merespons isu-isu krisis iklim yang semakin kompleks, terutama dalam konteks transisi energi yang tengah berlangsung.

RelatedPosts

Lima Orangutan di Hutan Odisha, India dan Jejak Kejahatan yang Harus Diungkap

Kecelakaan Maut di Tol Sergai: Mobil Box Sundul Tronton, 3 Orang Tewas

Lakukan Penyegelan Ulang, Pemprov Sumut dan Pemkab Langkat Siap Tindak Hiburan Malam Tanpa Izin

Selain menjadi ajang berbagi pengetahuan, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat jaringan antarorganisasi dan komunitas, khususnya dalam merancang strategi kampanye iklim yang lebih efektif dan berdampak luas.

Koordinator Kegiatan KATALOGI, Reza Anggi Riziqo, menyampaikan bahwa keterlibatan generasi muda menjadi kunci dalam mendorong perubahan yang lebih progresif dalam isu lingkungan hidup.

“Workshop ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat jaringan serta meningkatkan kapasitas dalam mengkampanyekan isu iklim secara strategis dan berdampak,” ujar Reza.

Ia juga menekankan pentingnya membangun narasi kampanye yang kuat dan berbasis data di tengah dinamika transisi energi, yang kerap memunculkan berbagai tantangan baru, baik dari sisi kebijakan maupun implementasi di lapangan.

Sejumlah organisasi yang hadir antara lain WALHI Sumatera Utara, ELSAKA, XR Medan, serta berbagai lembaga pers mahasiswa seperti LPM Wacana, Pijar, Kreatif, Teropong, hingga Neraca Polmed. Keterlibatan organisasi mahasiswa dan komunitas ini menunjukkan tingginya perhatian anak muda terhadap isu krisis iklim.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir inisiatif-inisiatif kampanye yang lebih terstruktur dan kolaboratif, sekaligus memperkuat posisi generasi muda sebagai aktor penting dalam mendorong keadilan iklim di tingkat lokal maupun nasional.

Koordinator Wilayah Barat SIEJ, Dewantoro menjadi pemateri dalam pertemuan itu. Menurutnya, mahasiswa—khususnya pers mahasiswa (Presma)—memiliki peran strategis dalam jurnalisme lingkungan karena kedekatan mereka dengan realitas di daerah asal masing-masing.

“Tidak semua jurnalis bisa menjangkau wilayah pelosok. Tapi mahasiswa yang berasal dari daerah itu justru punya akses dan pengalaman langsung untuk melihat perubahan lingkungan yang terjadi,” ujarnya.

Ia mencontohkan berbagai perubahan yang terjadi di daerah, mulai dari menurunnya hasil tangkapan nelayan di pesisir timur Sumatera hingga perubahan suhu di kawasan pegunungan seperti Berastagi yang tidak lagi sedingin dulu.

Dewantoro juga mennilai cara pandang sebagian kelompok pecinta alam masih berfokus pada keindahan lanskap tanpa melihat kondisi sosial masyarakat di sekitarnya.

“Kita sering bicara soal puncak gunung dan keindahan alam, tapi lupa bahwa di sana ada masyarakat yang hidup dengan berbagai persoalan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa jurnalisme lingkungan tidak hanya berbicara soal kerusakan alam, tetapi juga berkaitan erat dengan isu energi, ekonomi, dan keadilan sosial.

Dalam konteks transisi energi, berbagai proyek yang diklaim sebagai bagian dari pembangunan justru menyisakan persoalan di tingkat tapak.Salah satu contoh yang ia soroti adalah kondisi nelayan di sekitar PLTU Pangkalan Susu, Langkat, Sumatera Utara. Pembangkit listrik berbahan bakar batubara tersebut dinilai berdampak pada perubahan ekosistem laut yang memengaruhi hasil tangkapan nelayan.

Seorang nelayan, Sazali Sinaga, kini hanya memiliki waktu sangat singkat di rumahnya. Sebagian besar waktunya habis di atas perahu sederhana untuk mencari ikan.

“Dia hanya beberapa menit saja menginjakkan kaki di rumah. Selebihnya waktunya habis di laut,” kata Dewantoro.

Perubahan paling terasa adalah pada hasil tangkapan. Jika sebelumnya satu hari melaut bisa mencukupi kebutuhan hidup selama satu minggu, kini kondisi berbalik drastis.

“Sekarang, mencari ikan selama satu minggu hanya cukup untuk hidup satu hari,” ujarnya.

Tidak sedikit nelayan yang akhirnya terpaksa beralih profesi. Dedi, misalnya, dulunya bisa memperoleh hingga Rp1 juta per hari dari melaut. Namun kini, untuk mendapatkan Rp50 ribu saja sangat sulit.

“Karena itu dia beralih menjadi buruh bangunan. Dan dia bukan satu-satunya. Banyak nelayan di sana yang mengambil keputusan serupa karena penghasilannya turun drastis,” jelasnya.

Menurut Dewantoro, kondisi ini menjadi contoh nyata bagaimana proyek energi—termasuk yang dikaitkan dengan narasi pembangunan dan transisi—memiliki dampak langsung terhadap masyarakat lokal.

“Ini yang harus dilihat dalam jurnalisme lingkungan. Kita tidak hanya bicara soal energi atau proyeknya, tapi juga siapa yang terdampak dan bagaimana dampaknya,” tegasnya.

Dalam praktiknya, ia menekankan pentingnya jurnalisme lingkungan untuk mengangkat ketimpangan dampak, terutama terhadap kelompok rentan yang sering kali tidak menikmati hasil eksploitasi sumber daya.

“Banyak masyarakat yang terdampak, tapi bukan penerima manfaat. Ini yang harus terus diangkat,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa krisis iklim semakin nyata, sementara upaya mitigasi masih minim. Karena itu, kolaborasi antara jurnalis, pers mahasiswa, dan komunitas pecinta alam menjadi penting untuk memperkuat advokasi isu lingkungan.

“Kita punya kekuatan besar jika bergerak bersama. Isu lingkungan bisa menjadi perhatian publik dan mendorong lahirnya kebijakan yang lebih adil,” pungkasnya.

Dewan, menambahkan, jurnalisme lingkungan tidak bisa dilepaskan dari pengalaman langsung dan kedekatan dengan persoalan di lapangan.Ia sendiri memulai karier jurnalistiknya sejak 2011-2019 di Harian MedanBisnis, kemudian berlanjut ke Majalah Gatra pada 2016, Kompas.com pada 2019-2024, KabarMedan.com pada 2019-sekarang.Selain itu, ia juga aktif sebagai kontributor di Ekuatorial.com. Saat ini, Dewantoro mengelola media lingkungan ForestEarth.id yang berfokus pada isu-isu ekologis di Sumatera Utara.

Sejak 2015, ia tergabung dalam Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ), organisasi jurnalis lingkungan yang dideklarasikan di Tangkahan pada 2006. Kini, ia dipercaya sebagai Koordinator Wilayah Barat yang mencakup Sumatera dan Jawa

Gunawan

Gunawan

Gunawan merupakan editor dan reporter DailyBisnis.com yang terlibat dalam proses penulisan, penyuntingan, pemeriksaan, dan publikasi berita. Ia berfokus pada penyajian informasi yang aktual, informatif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pembaca.

Related Posts

Lima Orangutan di Hutan Odisha, India dan Jejak Kejahatan yang Harus Diungkap

Lima Orangutan di Hutan Odisha, India dan Jejak Kejahatan yang Harus Diungkap

by Gunawan
September 9, 2026
0

Dailybisnis.com, Medan — Penemuan lima orangutan muda di kawasan hutan Bichitrapur, Distrik Balasore, Odisha, India, pada 8 September 2026, memicu...

Kecelakaan Maut di Tol Sergai: Mobil Box Sundul Tronton, 3 Orang Tewas

Kecelakaan Maut di Tol Sergai: Mobil Box Sundul Tronton, 3 Orang Tewas

by Gunawan
September 9, 2026
0

Dailybisnis.com, Sedangbedagai - Kecelakaan lalu lintas merenggut tiga korban jiwa di ruas Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi, tepatnya di KM 54.700...

Lakukan Penyegelan Ulang, Pemprov Sumut dan Pemkab Langkat Siap Tindak Hiburan Malam Tanpa Izin

Lakukan Penyegelan Ulang, Pemprov Sumut dan Pemkab Langkat Siap Tindak Hiburan Malam Tanpa Izin

by Gunawan
September 8, 2026
0

Dailybisnis.com, Medan — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dan Pemerintah Kabupaten Langkat mengambil sikap tegas terhadap tempat hiburan malam...

Recommended

Changan Deepal S05

Changan Resmi Hadirkan Deepal S05 & Nevo Q05 di Medan, Perkuat Pilihan SUV Elektrifikasi untuk Konsumen Sumatera Utara

3 minggu ago
Peringati Harkitnas ke-118: PLN Icon Plus Teguhkan Komitmen Jaga Kedaulatan Digital Bangsa

Peringati Harkitnas ke-118: PLN Icon Plus Teguhkan Komitmen Jaga Kedaulatan Digital Bangsa

4 bulan ago
Dailybisnis.com

Dailybisnis.com ©2026 • All rights reserved.

Navigate Site

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Bisnis
  • Politik
  • News
  • Film
  • Musik
  • Olahraga
  • Fashion
  • Tekno
  • Health

Dailybisnis.com ©2026 • All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In