Dailybisnis.com, Batangtoru – Penantian panjang para pengungsi korban banjir bandang di Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batangtoru, akan akses air bersih akhirnya berbuah manis.
Senyum lega terpancar dari wajah warga setelah Satgas Koramil 01/Batang Toru Kodim 0212/Tapanuli Selatan sukses merampungkan pembangunan sumur bor pada Selasa (13/1/2026).
Proyek kemanusiaan yang berlokasi strategis di depan SD Desa Aek Ngadol ini merupakan bantuan dari Staf Teritorial Angkatan Darat (Sterad) sebagai solusi atas krisis air bersih pascabencana yang melanda wilayah tersebut.
Taklukkan Medan Berbatu demi Air Bersih
Pembangunan fasilitas vital ini tidaklah mudah. Tim di lapangan sempat menghadapi tantangan teknis yang berat ketika mata bor membentur batuan keras di titik awal pengeboran. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat pengabdian personel Satgas.
Bekerja sama dengan masyarakat, tim melakukan evaluasi cepat dan memindahkan titik pengeboran ke lokasi baru. Hasilnya, air bersih yang jernih akhirnya memancar dan kini fasilitas tersebut telah rampung 100 persen.
Fasilitas ini siap digunakan untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK), serta konsumsi sehari-hari.
Komitmen TNI dalam Pemulihan Pascabencana
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, menegaskan bahwa penyediaan infrastruktur dasar merupakan prioritas utama TNI dalam membantu masyarakat keluar dari masa sulit pascabencana.
“Kami memahami bahwa air bersih adalah urat nadi kehidupan, terutama bagi warga di pengungsian. Pembangunan sumur bor ini adalah bentuk kepedulian nyata TNI untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan,” ujar Kolonel Inf Asrul Kurniawan.
Aset Jangka Panjang Desa
Fasilitas sumur bor ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara selama masa tanggap darurat, tetapi juga menjadi aset desa yang berharga.
Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat ketangguhan Desa Aek Ngadol dalam menghadapi situasi darurat di masa depan melalui kemandirian sumber daya air.
Warga kini tidak perlu lagi berjalan jauh atau bergantung pada bantuan kiriman air, karena “mata air” baru telah mengalir tepat di tengah-tengah pemukiman mereka.











































