Dailybisnis.com, Jakarta – Danantara Indonesia Trust (DIT), yayasan filantropi independen dari Danantara Indonesia, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan tiga mitra: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Karya Salemba Empat, dan Museum dan Cagar Budaya.
Kegiatan ini menandai peluncuran kemitraan strategis pertama DIT di bidang-bidang prioritas yakni kesehatan dan pendidikan.
Acara penandatanganan, yang diselenggarakan di Wisma Danantara Indonesia di Jakarta, disaksikan Pembina Danantara Indonesia Trust dan CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, Pendiri Didit Hediprasetyo Foundation Didit Hediprasetyo, serta Pendiri Karya Salemba Empat Tatan A. Taufik.
Rosan Roeslani, Pembina Danantara Indonesia Trust dan CEO Danantara Indonesia, mengatakan, “Danantara Indonesia didirikan bukan hanya untuk mengelola aset dan investasi negara, tetapi juga untuk berkontribusi pada kemajuan sosial Indonesia. Melalui Danantara Indonesia Trust, kami memperluas misi kami untuk memperkuat sumber daya manusia dan menjawab tantangan sosial, karena kami percaya bahwa penciptaan nilai jangka panjang harus berjalan seiring dengan dampak nyata bagi masyarakat.”
Tiga Kemitraan, Satu Tujuan untuk Indonesia
Tiga kemitraan yang diumumkan hari ini mencerminkan pendekatan menyeluruh dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia: Kemitraan dengan Kementerian Kesehatan berfokus pada peningkatan kesehatan dan gizi ibu dan anak, termasuk penyediaan vaksin heksavalen (hexavalent vaccine) untuk melindungi jutaan anak dari berbagai penyakit menular, memperkuat infrastruktur rantai dingin (cold chain) vaksin, serta penyediaan suplemen Multiple Micronutrient untuk membantu keselamatan ibu hamil dan melahirkan, dan mencegah stunting.
Indonesia masih menghadapi tantangan kesehatan dan gizi. Walaupun cakupan imunisasi dasar lengkap mencapai 80,2% pada tahun 2025, masih terdapat hampir 960.000 anak zero-dose yang belum menerima imunisasi sama sekali (WHO & UNICEF, 2026).
Menurut estimasi UN Inter-agency Group for Child Mortality, Angka Kematian Anak di Indonesia berhasil dikurangi dari sekitar 51 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2000 menjadi sekitar 17 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2024. Namun Angka Kematian Ibu masih berada di angka 189 per 100.000 kelahiran hidup (BPS, 2020), yang menjadikannya salah satu yang tertinggi di ASEAN.
Sementara itu, prevalensi stunting (kekurangan gizi kronis) berkurang dari sekitar 37 persen di tahun 2013 menjadi 19,8 persen di tahun 2024, namun prevalensi wasting (kekurangan gizi akut) masih 7,4 persen (Survei Status Gizi Indonesia, 2024).
Kemitraan dengan Karya Salemba Empat mencakup program beasiswa selama tiga tahun bagi sekitar 500 mahasiswa kurang mampu di berbagai wilayah di Indonesia, yang meliputi pendampingan (mentoring), pengembangan kepemimpinan, dan program kesiapan karier.
Program ini dibutuhkan, mengingat sekitar seperlima kaum muda Indonesia usia 15–24 tahun berstatus tidak bersekolah, tidak bekerja, atau tidak sedang mengikuti pelatihan (Not in Education, Employment or Training – NEET, Sakernas BPS, 2025). Di saat yang sama, sekitar 4,1 juta anak anak dan remaja berusia 7-18 tahun juga dilaporkan tidak bersekolah.
Kemitraan dengan Museum dan Cagar Budaya berfokus pada pengembangan Perpustakaan Danantara Indonesia Trust di Museum Nasional, yang dirancang untuk meningkatkan akses publik terhadap pengetahuan budaya. Dengan mengintegrasikan pendidikan dan budaya, inisiatif ini berpotensi memberikan dampak jangka panjang terhadap literasi budaya.
Nuraini Razak, Ketua Yayasan Danantara Indonesia Trust, mengatakan, “Setiap kemitraan yang diumumkan hari ini dipilih untuk menjawab kebutuhan pembangunan paling mendesak di Indonesia, seperti kesehatan ibu dan anak, akses terhadap pendidikan berkualitas serta literasi budaya. Melalui kolaborasi ini, program-program tersebut akan menjadi fondasi DIT sebagai platform yang memobilisasi aksi kolektif, mendorong solusi berskala besar, dan menghadirkan dampak nyata di seluruh Indonesia.”
Ke depannya, Danantara Indonesia Trust akan berfokus pada pengembangan program-program catalytic lainnya, penguatan kemitraan dengan institusi global, serta perluasan peluang pendanaan bersama (co-funding) guna memaksimalkan dampak dari sumber daya yang dimiliki.











