• About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, September 11, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Dailybisnis.com
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Politik
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Ragam
    • Film
    • Musik
    • Tekno
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Politik
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Ragam
    • Film
    • Musik
    • Tekno
No Result
View All Result
Dailybisnis.com
No Result
View All Result
Home News

Gotong Royong Lintas Komunitas: Gerakan 1.000 Pohon untuk Pulihkan Jantung Peradaban Medan

by Gunawan
Juni 6, 2026
in News
0
Gotong Royong Lintas Komunitas: Gerakan 1.000 Pohon untuk Pulihkan Jantung Peradaban Medan
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dailybisnis.com, Medan – Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati dengan berbagai cara. Di Kota Medan, momentum tersebut diwujudkan melalui penanaman 1.000 pohon khas Melayu di bantaran Sungai Deli, Sabtu (6/6/2026) di Kawasan Hutan Kota, Jalan Eka Sama, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor.

Kegiatan ini dimaknai sebagai aksi nyata untuk memulihkan ekosistem sungai sekaligus mendorong penghijauan kota. Kegiatan yang mengusung tema “Menghidupkan Kembali Sungai Deli, Menguatkan Peradaban Melayu Berkelanjutan” ini diinisiasi oleh Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia Sumatera Utara (PW ISMI Sumut) dan Green Justice Indonesia (GJI), berkolaborasi dengan Warga Peduli Sekitar (Wa Pesek), Komunitas Warga Kanal (KWK), serta Bentangan Alam Hijau Indonesia (BAHIS).

RelatedPosts

PLN Icon Plus Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Perkuat Budaya K3 melalui Digitalisasi

Tangguh Hadapi Gejolak Global, Pasar Modal Indonesia Unjuk Gigi hingga Jumlah Investor di Sumut Tembus 1 Juta

Misteri Pembunuhan Warga di Langkat Terkuak: Dipicu Dendam Pencurian Sawit

Sungai Deli dan Ancaman Krisis Lingkungan

Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia Sumatera Utara (PW ISMI Sumut), Prof. Dr. Nispul Khoiri, M.A. mengatakan, penanaman 1000 pohon merupakan bentuk aksi nyata dalam merespons krisis lingkungan yang saat ini terjadi, mulai dari polusi, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga meningkatnya risiko bencana banjir.

“Kegiatan tanam seribu pohon ini dalam rangka menunjukkan aksi nyata kita terhadap kecintaan kita terhadap alam. Hari ini kita melihat di mana-mana terjadi krisis lingkungan yang berdampak negatif terhadap kehidupan, salah satunya banjir,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan lingkungan tidak bisa dipandang secara terpisah karena memiliki keterkaitan antara kondisi sungai, tutupan vegetasi, dan kawasan resapan air. Karena itu, ISMI bersama GJI menginisiasi program penghijauan dengan menanam pohon-pohon khas Melayu seperti sukun, matoa, dan rambutan.

Pemilihan kawasan Sungai Deli, lanjut dia, juga dinilai memiliki nilai historis dan ekologis. Dalam catatan sejarah, Sungai Deli pernah menjadi jalur transportasi penting dan menjadi bagian dari perkembangan Kesultanan Deli.

“Ini jantung Kota Medan dan menjadi ikon peradaban Melayu. Jika kawasan ini dibenahi, saya yakin wilayah hilir Kota Medan dapat mengurangi risiko banjir,” katanya.

Program penanaman akan dilakukan secara bertahap di sepanjang bantaran Sungai Deli hingga kawasan Marelan. ISMI menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni, tetapi akan terus dipantau agar pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.

“Kita pastikan seribu pohon ini dikawal dan dirawat sehingga benar-benar menjadi bagian dari penghijauan Kota Medan,” ujarnya.

Selain penanaman pohon, ISMI juga berkomitmen untuk terlibat dalam kajian-kajian terkait perlindungan lingkungan, termasuk pengembangan studi mengenai ekosistem dan aspek analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Kajian Ilmiah untuk Penataan Kota Berkelanjutan

Menanggapi berbagai tekanan terhadap Sungai Deli, seperti pencemaran, permukiman, pembangunan properti, hingga perubahan alur sungai, ISMI menyatakan akan terus memberikan masukan berbasis kajian ilmiah untuk mendukung penataan kota yang lebih berkelanjutan.

“Kita akan melakukan kajian terus. Tidak hanya sampai pada penanaman pohon, tetapi juga memikirkan pengembangan ekosistem yang terkait dengan lingkungan,” katanya.

ISMI menegaskan bahwa sebagai organisasi non-profit, pihaknya berupaya mengambil peran sosial dengan membantu pemerintah dan masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk di bidang lingkungan.

“Kalau Kota Medan ini asri, hijau, dan sehat, maka yang merasakan manfaatnya bukan hanya kotanya, tetapi seluruh masyarakat yang hidup di dalamnya,” pungkasnya.

Hal senada diungkapkan Direktur GJI, Panut Hadisiswoyo. Dikatakannya, Sungai Deli beserta daerah aliran sungainya merupakan benteng perlindungan bagi warga Kota Medan di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim dan cuaca ekstrem.

“Tanpa melindungi, melestarikan, dan memulihkan sungai beserta daerah alirannya, keselamatan warga akan selalu terancam,” ujarnya.

Menurutnya, aksi penanaman seribu pohon di bantaran sungai diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekaligus melindungi kehidupan warga Kota Medan.

Ia menilai banjir besar yang melanda sejumlah wilayah pada akhir tahun lalu menjadi pengingat kawasan perkotaan memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana, terutama di wilayah sekitar sungai.

“Epicentrum bencana di wilayah urban terjadi di sekitar sungai. Karena itu, sungai menjadi salah satu solusi penting untuk mengurangi risiko banjir yang terus berulang,” katanya.

GJI menekankan upaya normalisasi sungai sebaiknya dilakukan dengan mengembalikan fungsi alaminya, bukan melalui modifikasi yang mengubah karakter sungai, seperti pelurusan alur atau pembangunan yang mempersempit bantaran.

Menurutnya, pembangunan di kawasan bantaran telah mengurangi ruang gerak air sehingga meningkatkan potensi luapan saat curah hujan tinggi.

“Sungai pada masa lalu memiliki ruang yang cukup untuk menampung debit air besar. Saat ini ruang tersebut menyempit akibat pembangunan di bantaran, sehingga banjir lebih mudah terjadi,” ujarnya.

Selain perlindungan kawasan hilir, GJI juga menegaskan pentingnya menjaga kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS). Kerusakan di wilayah hulu dinilai akan berdampak langsung terhadap kemampuan sungai di hilir dalam mengendalikan aliran air.

“Oleh karena itu, sungai secara utuh, baik hulu maupun hilir, harus dilindungi. Keutuhan fungsi hidrologi sangat bergantung pada kondisi hulu DAS,” katanya.

Ruang Terbuka Hijau Jauh dari Ideal

Dalam kesempatan tersebut, GJI juga menyoroti minimnya ruang terbuka hijau di Kota Medan. Dengan luas wilayah hampir 30 ribu hektare, tutupan ruang hijau dinilai masih jauh dari ideal dan tersebar secara sporadis.

Karena itu, upaya pemulihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat yang tinggal di sekitar sungai, tetapi membutuhkan dukungan seluruh warga Kota Medan. Masyarakat di bantaran sungai harus menjadi subjek dalam upaya pemulihan karena mereka yang terdampak langsung.

“Namun, seluruh masyarakat Kota Medan juga perlu mendukung inisiatif tersebut agar sungai dapat pulih dan perekonomian warga dapat tumbuh tanpa merusak ekosistem,” ujarnya.

Melalui gerakan penanaman pohon dan pelestarian daerah aliran sungai, GJI berharap upaya perlindungan lingkungan dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan keadilan ekologi sekaligus meningkatkan ketahanan Kota Medan terhadap ancaman krisis iklim dan banjir.

Wa Pesek Bangun Kepedulian dan Pemberdayaan Perempuan

Ketua DPP Warga Peduli Sekitar (Wa Pesek), Muhammad Adlin Ginting, mengatakan organisasinya lahir dari kepedulian masyarakat terhadap persoalan lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi.

Sejak berdiri, Wa Pesek telah menjalankan berbagai kegiatan sosial, seperti membantu korban banjir dan kebakaran, donor darah, khitanan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pemberdayaan masyarakat di kawasan bantaran Sungai Deli.

“Yang dibutuhkan masyarakat di sini sebenarnya sederhana, yaitu rasa kepedulian. Bukan hanya dari masyarakat, tetapi juga dari pemerintah dan semua pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap kondisi lingkungan ini,” ujarnya.

Humas Wa Pesek, Susi Sujari, menambahkan bahwa organisasinya juga berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui berbagai kegiatan sosial dan pengembangan UMKM.

“Kami ingin mengangkat harkat perempuan agar jangan hanya di rumah. Di sini perempuan bisa berkegiatan, berkembang, dan melakukan hal-hal positif untuk masyarakat,” katanya.

Menurut Bendahara Umum DPP Wa Pesek, Mami Ponia, seluruh kegiatan organisasi selama ini dijalankan secara swadaya oleh para anggota.

“Kami tidak memiliki donor tetap. Banyak kegiatan yang kami lakukan berasal dari hasil gotong royong dan swadaya anggota,” ujarnya.

Komunitas Warga Kanal Dorong KolaborasiKetua Komunitas Warga Kanal, Edy Siswanto, mengatakan kegiatan penanaman pohon menjadi bentuk kolaborasi berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pelestarian lingkungan.

“Kami berharap Sungai Deli bisa kembali kepada asalnya sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat Kota Medan, karena sungai ini merupakan bagian penting dari wilayah Kota Medan,” ujarnya.

Ia juga berharap Balai Wilayah Sungai (BWS) memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga dan merawat Sungai Deli.

Menurutnya, sejumlah titik pembetonan di kawasan sungai telah mengurangi daya resap air dan berpotensi mengganggu keberlangsungan vegetasi di sekitarnya.

Melalui gerakan penanaman pohon dan kolaborasi lintas komunitas, seluruh pihak berharap Sungai Deli dapat kembali menjalankan fungsi ekologisnya serta menjadi warisan lingkungan dan peradaban bagi generasi mendatang.

Tags: Hari LingkunganPelestarian AlamPenanaman PohonRuang Terbuka HijauSungai DeliTaman Kota MedanWa Pesek
Gunawan

Gunawan

Gunawan merupakan editor dan reporter DailyBisnis.com yang terlibat dalam proses penulisan, penyuntingan, pemeriksaan, dan publikasi berita. Ia berfokus pada penyajian informasi yang aktual, informatif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pembaca.

Related Posts

PLN Icon Plus Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Perkuat Budaya K3 melalui Digitalisasi

PLN Icon Plus Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Perkuat Budaya K3 melalui Digitalisasi

by Gunawan
September 10, 2026
0

Dailybisnis.com, Jakarta — PLN Icon Plus meraih tiga penghargaan dalam ajang Indonesia QHSE Sustainability For Business Awards (IQSA) 2026 atas...

Tangguh Hadapi Gejolak Global, Pasar Modal Indonesia Unjuk Gigi hingga Jumlah Investor di Sumut Tembus 1 Juta

Tangguh Hadapi Gejolak Global, Pasar Modal Indonesia Unjuk Gigi hingga Jumlah Investor di Sumut Tembus 1 Juta

by Gunawan
September 10, 2026
0

Dailybisnis.com, Medan - Pasar modal Indonesia terbukti tangguh menghadapi goncangan ekonomi global. Pada penutupan Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan...

Misteri Pembunuhan Warga di Langkat Terkuak: Dipicu Dendam Pencurian Sawit

Misteri Pembunuhan Warga di Langkat Terkuak: Dipicu Dendam Pencurian Sawit

by Gunawan
September 10, 2026
0

Dailybisnis.com, Langkat - Polisi akhirnya berhasil membongkar kasus pembunuhan tragis yang menimpa TS (55) di Dusun IV Lau Mulgap, Desa...

Recommended

KAI Bandara Layani 2,5 Juta Penumpang di Sumut, KA Srilelawangsa Jadi Andalan

KAI Bandara Layani 2,5 Juta Penumpang di Sumut, KA Srilelawangsa Jadi Andalan

4 minggu ago
Asa Baru 16.000 Penjaga Lingkungan Kota Medan Dimulai dari 10 Pemulung Perempuan TPA Terjun

Asa Baru 16.000 Penjaga Lingkungan Kota Medan Dimulai dari 10 Pemulung Perempuan TPA Terjun

1 bulan ago
Dailybisnis.com

Dailybisnis.com ©2026 • All rights reserved.

Navigate Site

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Bisnis
  • Politik
  • News
  • Film
  • Musik
  • Olahraga
  • Fashion
  • Tekno
  • Health

Dailybisnis.com ©2026 • All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In