• About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, September 11, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Dailybisnis.com
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Politik
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Ragam
    • Film
    • Musik
    • Tekno
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Politik
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Ragam
    • Film
    • Musik
    • Tekno
No Result
View All Result
Dailybisnis.com
No Result
View All Result
Home News

Ancaman Isolasi Habitat: Upaya Menyambung Kembali Jalur Jelajah Orangutan Sumatera di Pakpak Bharat

by Gunawan
Juli 16, 2026
in News
0
Ancaman Isolasi Habitat: Upaya Menyambung Kembali Jalur Jelajah Orangutan Sumatera di Pakpak Bharat
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dailybisnis.com, Pakpak Bharat – Kehadiran orangutan sumatera (Pongo abelii) di Desa Perolihen, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, menjadi pengingat pentingnya konektivitas ekologis bagi satwa yang terancam punah ini. Musim panen durian yang diprediksi tiba pada Agustus mendatang membuat satwa arboreal ini kerap terlihat mendekati perkebunan warga.

Sekretaris Desa Perolihen, Erwin Berutu, menuturkan bahwa orangutan umumnya hanya muncul saat musim buah tiba. Berbeda dengan monyet ekor panjang yang cenderung merusak, orangutan dinilai lebih pasif jika tidak diganggu.

RelatedPosts

PLN Icon Plus Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Perkuat Budaya K3 melalui Digitalisasi

Tangguh Hadapi Gejolak Global, Pasar Modal Indonesia Unjuk Gigi hingga Jumlah Investor di Sumut Tembus 1 Juta

Misteri Pembunuhan Warga di Langkat Terkuak: Dipicu Dendam Pencurian Sawit

“Kalau tidak diganggu masyarakat, dia akan membuat sarang di situ. Tapi kalau diusir, dia pindah. Nanti kalau sudah sepi, biasanya datang lagi,” ungkap Erwin.

Kesadaran warga Desa Perolihen akan pentingnya pelestarian satwa meningkat berkat sosialisasi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut dan sejumlah organisasi konservasi. Jika orangutan mendekati permukiman, warga kini lebih memilih menggunakan metode pengusiran aman, seperti asap api kecil atau suara bising, dibandingkan tindakan yang melukai satwa.

“Saya pernah menjadi kader di beberapa NGO dan ikut menyampaikan kepada masyarakat bahwa orangutan itu satwa yang dilindungi. Jadi kalau melihat orangutan, masyarakat sekarang lebih memilih melapor daripada mengganggunya,” tambahnya.

Tantangan Fragmentasi Hutan

Meskipun interaksi dengan masyarakat semakin kondusif, ancaman nyata bagi orangutan di wilayah ini adalah terputusnya habitat antara Suaka Margasatwa (SM) Siranggas dan Hutan Lindung Batu Ardan. Pembangunan jalan lintas dan permukiman telah memfragmentasi kawasan hutan tersebut.

Koordinator Riset Yayasan Orangutan Sumatera Lestari/Orangutan Information Centre (YOSL/OIC), Susandro Frima Sitorus, menyebut bahwa terputusnya konektivitas hutan berisiko menyebabkan isolasi populasi.

“Ketika lanskap sudah terfragmentasi, orangutan membutuhkan kanopi yang saling terhubung agar tetap bisa bergerak dari satu wilayah ke wilayah lainnya,” jelas Sandro.

Menurut hasil asesmen di lapangan, saat ini tidak ditemukan lagi kanopi yang terhubung secara alami di antara kedua kawasan tersebut. Tanpa adanya koridor, populasi di SM Siranggas dan Batu Ardan terancam mengalami inbreeding atau perkawinan antarkerabat yang dapat menurunkan keragaman genetik serta meningkatkan risiko kepunahan.

“Jika kondisi ini terus berlangsung, populasi di kedua lanskap akan terpisah. Dalam jangka panjang dapat terjadi perkawinan antarkerabat (inbreeding) yang menurunkan keragaman genetik dan meningkatkan risiko kepunahan populasi,” tegasnya.

Membangun Koridor Ekologis

Untuk mengatasi isolasi tersebut, OIC mengusulkan pembangunan koridor ekologis melalui penanaman pohon untuk menyambung kembali kanopi yang terputus. Setelah vegetasi pulih, langkah selanjutnya adalah pembangunan koridor artifisial berupa jembatan tali agar satwa dapat menyeberangi area terbuka dengan aman.

Langkah serupa didorong oleh Green Justice Indonesia (GJI). Manajer Program GJI, Sofian Adli, menyatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi jalur pergerakan orangutan untuk menyusun rencana pembangunan koridor satwa tersebut.

Selain restorasi fisik, GJI juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui sistem agroforestri yang ramah satwa. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga pada pembukaan lahan baru.

“Harapannya masyarakat tidak lagi bergantung pada pembukaan lahan atau ekspansi perkebunan sawit. Agroforestri bisa menjadi pilihan yang menguntungkan masyarakat sekaligus mendukung konservasi,” ujar Ali.

Keberhasilan upaya konservasi di Pakpak Bharat kini bergantung pada integrasi antara pemulihan konektivitas habitat dan keterlibatan aktif masyarakat lokal.

“Dengan kombinasi restorasi lanskap dan penguatan kapasitas masyarakat, konektivitas habitat orangutan di wilayah tersebut diharapkan dapat kembali pulih,” tutup Ali.

Tags: Green Justice IndonesiaHabitat OrangutanHutan IndonesiaOICOrangutan Information CentrePakpak Bharat
Gunawan

Gunawan

Gunawan merupakan editor dan reporter DailyBisnis.com yang terlibat dalam proses penulisan, penyuntingan, pemeriksaan, dan publikasi berita. Ia berfokus pada penyajian informasi yang aktual, informatif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pembaca.

Related Posts

PLN Icon Plus Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Perkuat Budaya K3 melalui Digitalisasi

PLN Icon Plus Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Perkuat Budaya K3 melalui Digitalisasi

by Gunawan
September 10, 2026
0

Dailybisnis.com, Jakarta — PLN Icon Plus meraih tiga penghargaan dalam ajang Indonesia QHSE Sustainability For Business Awards (IQSA) 2026 atas...

Tangguh Hadapi Gejolak Global, Pasar Modal Indonesia Unjuk Gigi hingga Jumlah Investor di Sumut Tembus 1 Juta

Tangguh Hadapi Gejolak Global, Pasar Modal Indonesia Unjuk Gigi hingga Jumlah Investor di Sumut Tembus 1 Juta

by Gunawan
September 10, 2026
0

Dailybisnis.com, Medan - Pasar modal Indonesia terbukti tangguh menghadapi goncangan ekonomi global. Pada penutupan Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan...

Misteri Pembunuhan Warga di Langkat Terkuak: Dipicu Dendam Pencurian Sawit

Misteri Pembunuhan Warga di Langkat Terkuak: Dipicu Dendam Pencurian Sawit

by Gunawan
September 10, 2026
0

Dailybisnis.com, Langkat - Polisi akhirnya berhasil membongkar kasus pembunuhan tragis yang menimpa TS (55) di Dusun IV Lau Mulgap, Desa...

Recommended

Ekonomi 2026 Diprediksi Melaju, Generali Indonesia Luncurkan GEN Prime Link: Solusi Finansial “Serbabisa” untuk Masa Depan

Ekonomi 2026 Diprediksi Melaju, Generali Indonesia Luncurkan GEN Prime Link: Solusi Finansial “Serbabisa” untuk Masa Depan

7 bulan ago
Permintaan Global Melemah, Volume Ekspor Karet Sumut 2025 Tergerus 1,97 Persen

Permintaan Global Melemah, Volume Ekspor Karet Sumut 2025 Tergerus 1,97 Persen

8 bulan ago
Dailybisnis.com

Dailybisnis.com ©2026 • All rights reserved.

Navigate Site

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Bisnis
  • Politik
  • News
  • Film
  • Musik
  • Olahraga
  • Fashion
  • Tekno
  • Health

Dailybisnis.com ©2026 • All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In