Dailybisnis.com, Aceh Tamiang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat memastikan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang segera mendapatkan tempat tinggal yang layak. Hingga pertengahan Januari 2026, pembangunan 2.299 unit hunian sementara (huntara) terus dikebut agar dapat ditempati warga sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Plh Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, mengungkapkan bahwa pembangunan ini difokuskan bagi kepala keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat, hanyut, hingga hilang akibat bencana.
“Kami menargetkan pembangunan rampung pada akhir Januari. Tujuannya agar menjelang bulan puasa nanti, masyarakat sudah bisa menempati hunian yang lebih stabil dan nyaman,” ujar Djohan dalam keterangannya, Kamis (15/1).
Dua Skema Pembangunan dan Fasilitas Lengkap
Pembangunan ribuan unit huntara ini dilakukan melalui dua skema utama:
• Mandiri oleh BNPB: Membangun 1.505 unit (terdiri dari huntara insitu dan terpusat).
• Kolaborasi Lintas Sektor: Sebanyak 794 unit didukung oleh kementerian/lembaga (Kemenko Infrastruktur, Kementerian PU), lembaga sosial (Dompet Dhuafa), hingga pihak swasta (Danantara).
Tidak sekadar membangun fisik bangunan, BNPB menekankan bahwa aspek kesehatan dan kenyamanan menjadi prioritas. Setiap unit huntara dirancang dengan:
• Sistem bangunan kopel untuk optimasi lahan.
• Fasilitas sanitasi (MCK) dan akses air bersih melalui sumur bor.
• Jaringan listrik yang saat ini sedang diproses oleh pihak PLN.
Lokasi Aman dan Strategis
Penentuan lokasi pembangunan tidak dilakukan sembarangan. BNPB menggandeng Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memastikan seluruh titik huntara berada di luar radius zona merah atau potensi ancaman bencana susulan.
Salah satu titik percontohan berada di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak. Di atas lahan seluas 8.672 m², hunian dibangun dengan spesifikasi ukuran 3,6 m x 4,8 m per unit, lengkap dengan kamar mandi pribadi dan teras.
Percepatan Personel
Guna mengejar target akhir Januari, BNPB menambah personel lapangan dengan melibatkan unsur TNI/Polri, sektor swasta, hingga pemberdayaan masyarakat setempat. Dukungan cuaca yang relatif cerah di wilayah Aceh Tamiang dalam beberapa hari terakhir turut memperlancar proses pengerjaan konstruksi.
Dengan sinergi ini, diharapkan warga terdampak dapat segera memulai pemulihan ekonomi dan kehidupan sosial di hunian yang lebih aman sembari menunggu proses pembangunan hunian tetap (huntap) di masa mendatang.











































