Dailybisnis.com, Karo – Pertamina Patra Niaga Sumbagut melakukan aksi tanggap darurat pasca terjadinya erupsi gunung sinabung pada Senin (31/8).
Sebagai bentuk kepedulian dan mencegah terjadinya paparan abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kesehatan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut membagikan bantuan berupa masker kepada masyarakat sekitar kawasan yang terdampak serta di Posko Terpadu BPBD Kabupaten Karo hingga di beberapa titik SPBU sepanjang Kota Berastagi hingga Kabupaten Karo pada Selasa (1/9).

Kabid Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Provinsi Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati pada saat serah terima bantuan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya secara langsung saat menerima dukungan tersebut.
“Penghargaan setinggi-tingginya kami berikan atas kepedulian Pertamina kepada masyarakat, termasuk kepada kami Tim Satgas yang berada di Posko Terpadu Penanganan Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo. Terimakasih atas perhatian dan bantuannya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sri Wahyuni.
Sementara itu, Fahrougi Andriani Sumampouw selaku Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa Pertamina tidak hanya berfokus pada distribusi energi, tetapi juga menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan kepada masyarakat.
“Total sebanyak 5.695 masker telah kita salurkan. Melalui aksi tanggap ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat sinergi dan hubungan baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Pertamina hadir tidak hanya sebagai penyedia energi nasional, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar,” tutup Fahrougi.
Diinformasikan sebelumnya, gunung Sinabung berada di wilayah administratif Desa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara, mengalami erupsi pada Senin (31/8) sekitar pukul 12.00 WIB. Hasil pemantauan dari rekaman instrumental dan pengecekan kondisi di lapangan, abu vulkanik cenderung mengarah ke timur-tenggara atau menuju wilayah Kota Berastagi.



