Dailybisnis.com, Jakarta – Era belanja online yang hanya mengandalkan perang harga dan diskon besar-besaran mulai berakhir. Memasuki tahun 2026, pasar eCommerce Indonesia bertransformasi menuju babak baru yang disebut “Confident Commerce”, di mana kualitas, keaslian, dan kepercayaan menjadi mata uang utama.
CEO Lazada Indonesia, Carlos Barrera, menyatakan bahwa konsumen Indonesia kini semakin cerdas dan selektif. Mereka tidak lagi hanya mencari barang murah, tetapi mulai berani berinvestasi pada produk bernilai tinggi yang mampu meningkatkan kualitas hidup.
“Fokus eCommerce kini adalah membangun kepercayaan diri pelanggan. Saat rasa percaya terhadap keaslian produk terbentuk, konsumen secara alami akan berbelanja dalam jumlah lebih besar dan memilih produk yang lebih berkualitas,” ujar Carlos dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).
5 Tren Utama eCommerce Indonesia di 2026
Lazada memetakan lima pergeseran besar yang mendefinisikan lanskap belanja digital tahun ini:
1. “Trust” Sebagai Penggerak Utama
Kepercayaan bukan lagi pelengkap, melainkan pendorong transaksi. Data menunjukkan 80% konsumen Indonesia kini lebih memilih berbelanja di online mall (seperti LazMall) karena adanya jaminan kualitas. Konsumen lebih memilih barang yang tahan lama untuk menghindari biaya tambahan di masa depan.
2. Belanja Berbasis Fase Kehidupan
Belanja kini bukan sekadar aktivitas impulsif, melainkan upaya melengkapi fase hidup, seperti membangun keluarga baru atau merenovasi hunian. Ini memicu lonjakan permintaan pada kategori elektronik, furnitur, hingga produk kesehatan.
3. Premiumisasi yang Rasional
Konsumen mulai melakukan “investasi” pada produk premium di kategori kecantikan dan elektronik. Menariknya, fitur seperti cicilan dan program loyalitas seperti LazKoin membuat barang mewah tetap terasa terjangkau dan rasional secara finansial.
4. Evolusi Diskon Menjadi Membership
Diskon sesaat mulai digantikan oleh program keanggotaan (membership) yang menawarkan manfaat berjenjang. Sistem ini menciptakan loyalitas jangka panjang dan membuat konsumen merasa lebih dihargai berdasarkan frekuensi belanja mereka.
5. Afiliator: Ujung Tombak Edukasi
Kreator konten kini berfungsi sebagai jembatan antara brand dan konsumen. Lazada bahkan berkomitmen mengucurkan investasi sebesar US$100 juta untuk membina para afiliator agar mampu menyajikan ulasan produk yang autentik dan relevan.
Menuju GMV US$140 Miliar
Optimisme Lazada ini didukung oleh laporan e-Conomy SEA yang memproyeksikan nilai perdagangan bruto (GMV) eCommerce Indonesia akan mencapai US$140 miliar pada tahun 2030, posisi tertinggi di Asia Tenggara.
“Pada akhirnya, platform yang akan terus tumbuh adalah yang mampu membantu konsumen menjalani hidup dengan lebih baik. Fokus industri kini beralih dari sekadar volume transaksi ke dampak nyata bagi kehidupan masyarakat,” tutup Carlos.











































