Dailybisnis.com, Medan – Perum BULOG mencatat penyerapan beras Public Service Obligation (PSO) nasional mencapai 4.115.014 ton hingga 8 Oktober 2026. Angka ini setara dengan 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.
Penyerapan tersebut dilakukan untuk menjaga stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) serta menstabilkan harga beras di tingkat petani dan konsumen.
Di tingkat daerah, Perum BULOG Kantor Wilayah Sumatera Utara mencatat penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 58.558 ton hingga Oktober 2026. Realisasi ini mencapai 84,24 persen dari total target wilayah Sumatera Utara yang ditetapkan sebesar 69.514 ton untuk tahun 2026.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Sumatera Utara, R. Darma Wijaya, menyatakan bahwa pihaknya menargetkan pemenuhan 100 persen kuota penyerapan pada bulan November mendatang melalui optimalisasi jaringan pengadaan dan koordinasi dengan mitra lokal.
“Capaian pengadaan beras nasional yang telah melampaui 4 juta ton merupakan bukti nyata kerja keras dan kolaborasi seluruh insan BULOG bersama para petani serta mitra kerja di berbagai daerah. Capaian ini juga menjadi dorongan bagi kami di Sumatera Utara untuk terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani dan memastikan target yang telah ditetapkan Pemerintah dapat tercapai,” kata R. Darma Wijaya, Jumat (9/10).
Ia menambahkan, peningkatkan volume penyerapan dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi tolok ukur pelaksanaan kegiatan pengadaan di wilayahnya.
“Kami optimistis target penyerapan GKP tahun 2026 di Sumatera Utara dapat tercapai dengan menjaga tren peningkatan yang ada serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Kami akan terus hadir di tengah petani, mengoptimalkan pelaksanaan pengadaan, dan memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Penyerapan GKP di daerah difokuskan pada pemenuhan pasokan beras pemerintah serta menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani pada musim panen. BULOG Sumut akan melanjutkan penyerapan di sejumlah titik panen wilayah Sumatera Utara hingga akhir tahun anggaran.





