Dailybisnis.com, Morowali – Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M. Fanshurullah Asa, melakukan kunjungan strategis ke kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, pada Sabtu (17/1).
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa raksasa industri nasional tersebut tetap beroperasi dalam koridor persaingan usaha yang sehat, terutama pada sektor kepelabuhanan dan pertambangan.
Langkah ini diambil menyusul adanya kekhawatiran publik serta isu yang diangkat oleh Kementerian Pertahanan dan Komisi VI DPR RI terkait dugaan praktik monopoli di kawasan industri terintegrasi.
Pelabuhan Sebagai Titik Kritis
Dalam sosialisasinya, Ketua KPPU yang akrab disapa Ifan ini menegaskan bahwa pelabuhan di kawasan industri bukan sekadar fasilitas penunjang, melainkan urat nadi rantai pasok yang sangat krusial.
“Pelabuhan merupakan simpul strategis. Jika akses dan layanannya tidak dikelola secara terbuka dan setara, risiko distorsi persaingan akan semakin nyata,” tegas Ifan.
Ia memperingatkan adanya risiko integrasi vertikal, di mana penguasaan layanan pelabuhan yang tidak transparan dapat menutup pintu bagi pelaku usaha lain untuk bersaing secara adil. Hal ini berpotensi menciptakan praktik perjanjian eksklusif yang merugikan iklim investasi nasional.
Rapor Merah Sektor Pertambangan
Selain pelabuhan, KPPU memberikan catatan serius pada sektor pertambangan. Berdasarkan kajian KPPU, Indeks Persaingan Usaha (IPU) di sektor ini konsisten berada di posisi terendah selama delapan tahun terakhir, termasuk pada proyeksi tahun 2025.
“Pertumbuhan industri harus berjalan seiring dengan persaingan yang sehat. Konsentrasi kekuatan ekonomi yang berlebihan justru berpotensi menimbulkan biaya ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.
Mendorong Kepatuhan Mandiri
Sebagai langkah preventif, KPPU mendorong pengelola kawasan IMIP dan para pelaku usaha di dalamnya untuk segera mengikuti Program Kepatuhan Persaingan Usaha. Program ini diharapkan menjadi benteng bagi perusahaan agar tidak terjerat pelanggaran hukum persaingan usaha di masa depan.
Kunjungan ini mempertegas posisi negara bahwa efisiensi industri dan investasi besar tidak boleh mengorbankan keadilan pasar. KPPU berkomitmen untuk terus mengawal agar pembangunan industri di Morowali berjalan inklusif dan memberikan manfaat luas bagi perekonomian nasional.











































