Dailybisnis.com, Jakarta – Grab Indonesia menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung percepatan pemulihan bencana banjir yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Sejak bencana terjadi pada awal Desember 2025, Grab tercatat telah menyalurkan bantuan kemanusiaan dengan nilai total mencapai lebih dari Rp1,8 miliar.
Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk lebih dari 6.000 paket logistik, sembako, hingga peralatan medis esensial. Penyaluran ini dilakukan secara strategis untuk menjangkau karyawan (Grabbers), mitra pengemudi, mitra merchant, hingga masyarakat umum.
Tiga Pilar Utama Penyaluran Bantuan
Grab membagi fokus bantuan dalam tiga skema besar guna memastikan dampak yang menyeluruh:
1. Solidaritas Internal “Dari Grabbers untuk Grabbers”
Melalui gerakan internal, karyawan Grab berhasil mengumpulkan donasi yang disalurkan via BenihBaik.com. Ratusan paket bantuan dan voucher belanja diberikan khusus bagi karyawan di Medan dan sekitarnya untuk membantu pemulihan tempat tinggal mereka.
2. Dukungan Bagi Ekosistem Mitra (Grab for Goods)
Sebanyak Rp1,2 miliar dialokasikan khusus bagi garda terdepan Grab. Dana ini disalurkan kepada lebih dari 5.300 Mitra Pengemudi dan Merchant yang terdampak di Aceh dan Sumatera dalam bentuk paket kebutuhan pokok.
3. Sinergi Lintas Sektor untuk Fasilitas Publik
Berkolaborasi dengan instansi seperti Kementerian Kesehatan RI, Save the Children, hingga Komdigi, Grab menyalurkan bantuan infrastruktur kesehatan, antara lain:
• Fasilitas Medis: 8 unit genset, 25 tempat tidur pasien, dan 50 laptop untuk puskesmas di wilayah terisolir seperti Tamiang dan Aceh Utara.
• Perlindungan Anak: Dana tunai Rp100 juta dan paket makanan melalui Save the Children.
• Kebutuhan Darurat: Kasur lipat, selimut, dan obat-obatan untuk keluarga terdampak.
Semangat Gotong Royong sebagai Kunci
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan ekosistem Grab serta masyarakat adalah prioritas utama perusahaan.
“Berbagai langkah dan inisiatif yang telah kami lakukan merupakan komitmen kami dalam menegaskan bahwa semangat gotong royong adalah kunci untuk mempercepat proses pemulihan dan memberikan kekuatan bagi warga untuk bangkit kembali,” ujar Neneng.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meringankan beban materiil, tetapi juga mempercepat pulihnya roda ekonomi dan akses kesehatan di wilayah-wilayah yang paling terdampak banjir.











































