Dailybisnis.com, Bontang – PT Pupuk Indonesia (Persero) resmi meluncurkan wajah baru dari salah satu aset sejarahnya. Pabrik-2 PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), yang telah beroperasi sejak 1984, kini bertransformasi menjadi fasilitas produksi modern setelah melalui proses revitalisasi (revamping) besar-besaran.
Diresmikan pada Kamis (29/1/2026), proyek ini menjadi tonggak pertama dari tujuh komitmen revitalisasi industri pupuk nasional yang ditargetkan rampung pada 2029.
Efisiensi Tinggi: Hemat Gas dan Rendah Emisi
Modernisasi ini bukan sekadar perbaikan kosmetik. Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menjelaskan bahwa pabrik ini kini jauh lebih ramah lingkungan dan ekonomis.
• Hemat Energi: Konsumsi gas turun 4 MMBtu per ton amonia (hemat lebih dari 10%).
• Ramah Lingkungan: Mampu mengurangi emisi karbon hingga 110.000 ton CO2 per tahun.
• Umur Panjang: Peremajaan ini memperpanjang usia teknis pabrik hingga 15 tahun ke depan.
“Modernisasi ini adalah fondasi keberlanjutan swasembada pangan. Kita membangun kemandirian industri agar pasokan pupuk bagi petani tetap aman dan hemat biaya,” ujar Rahmad Pribadi.
Sentuhan Digital: Kendali Otomatis dari Ruang Kontrol
Salah satu lompatan besar dalam proyek ini adalah penerapan Distributed Control System (DCS). Pabrik tua ini kini sepenuhnya menggunakan digitalisasi dan otomatisasi sistem kontrol. Petugas dapat memantau proses secara real-time dan melakukan analisis gangguan dengan jauh lebih akurat.
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal, menambahkan bahwa dengan kapasitas tahunan 595 ribu ton amonia dan 570 ribu ton urea, pabrik ini akan menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan pupuk nasional.
Dukungan Penuh dari Pemerintah dan DPR
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memuji langkah strategis ini sebagai wujud nyata ambisi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia. Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, mengapresiasi upaya Pupuk Indonesia Group dalam menjaga warisan industri.
“Yang kita rawat bukan sekadar mesin, melainkan harapan jutaan petani Indonesia,” tutur Siti Hediati.
Proyek Masa Depan: 6 Pabrik Lain Menanti
Setelah Pabrik-2 di Bontang, Pupuk Indonesia sudah menyiapkan peta jalan untuk revitalisasi 6 pabrik lainnya dalam lima tahun ke depan, termasuk:
1. Revitalisasi Pusri 3B.
2. Pengembangan NPK Phonska VI Gresik.
3. Pabrik Amurea PIM III.
4. Kawasan Industri Pupuk (KIP) Fakfak.











































