Dailybisnis.com, Jakarta – Mengawali tahun 2026 dengan langkah agresif, PT Bank DBS Indonesia resmi meningkatkan plafon pendanaan channeling kepada platform kredit digital Kredivo menjadi Rp3 triliun. Langkah strategis ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah terjalin selama enam tahun, sekaligus respons atas meroketnya permintaan pembiayaan digital di tanah air.
Peningkatan dana segar ini melonjak drastis jika menilik awal kerja sama kedua perusahaan pada 2020 yang kala itu hanya senilai Rp300 miliar. Tren kenaikan ini sejalan dengan data OJK yang mencatat pertumbuhan pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) mencapai 68,61% (yoy) hingga akhir 2025.
Inklusi Keuangan untuk Kota-kota Kecil
Fokus utama dari tambahan dana Rp3 triliun ini adalah memperluas akses kredit ke wilayah tier 2 dan tier 3. Data internal menunjukkan bahwa lebih dari setengah (53,6%) pengguna Kredivo saat ini berasal dari luar kota metropolitan, wilayah yang secara historis masih memiliki keterbatasan akses ke perbankan formal.
“Kami ingin memastikan kredit digital tidak hanya mudah diakses, tetapi juga membantu masyarakat mengelola kebutuhan sehari-hari dengan nyaman melalui prinsip Live more, Bank less,” ungkap Melfrida Gultom, Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Kamis (29/1/2026).
Ambisi 20 Juta Pengguna
Bagi Kredivo, dukungan dari Bank DBS Indonesia menjadi bahan bakar utama untuk mencapai target ambisius yakni melayani 20 juta pengguna di seluruh Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Co-Founder & President Director Kredivo Indonesia, Umang Rustagi, menyebutkan bahwa pendanaan ini akan diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan esensial masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga modal produktif.
“Pendanaan di awal 2026 ini menjadi dorongan tepat saat permintaan kredit digital meningkat, terutama di kota-kota dengan potensi pertumbuhan besar yang selama ini masih underbanked,” jelas Umang.
Kemitraan Strategis Perbankan & Fintech
Kolaborasi selama setengah dekade ini membuktikan bahwa sinergi antara bank konvensional dan platform fintech bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk mendorong ekonomi digital nasional yang lebih inklusif. Melalui pilar Responsible Banking, Bank DBS Indonesia memastikan penyaluran kredit tetap dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab.











































