Dailybisnis.com, Medan – Kabar baik datang dari pasar keuangan dalam negeri. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, hingga harga emas menunjukkan performa gemilang secara bersamaan pada penutupan perdagangan Selasa (3/2).
Sentimen positif dari pertemuan antara pemerintah Indonesia dengan pihak MSCI menjadi bahan bakar utama penguatan hari ini.
Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin, mencatat adanya pembalikan arah (rebound) yang sangat signifikan setelah pasar sempat dihantui keraguan pada sesi pembukaan.
IHSG Mengamuk, Naik Tajam 2,52%
IHSG sempat mengalami tekanan hebat pada sesi pagi hingga terpuruk ke level 7.712. Namun, respons positif pasar terhadap hasil pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) berhasil membalikkan keadaan.
“IHSG akhirnya ditutup menguat tajam 2,52% di level 8.122,597. Meskipun awalnya pasar ragu, namun poin-poin kesepakatan dengan MSCI menjadi katalis yang sangat kuat dan mampu meredam tekanan di awal sesi,” jelas Gunawan.
Penguatan ini juga sejalan dengan hijaunya bursa saham di Asia yang mendapat dorongan dari membaiknya data indeks manufaktur Amerika Serikat.
Rupiah Stabil dan Tangguh
Di pasar valuta asing, mata uang Garuda juga menunjukkan taringnya. Rupiah ditutup menguat ke level Rp16.755 per US Dolar. Menariknya, Rupiah dinilai cukup stabil meskipun pasar keuangan pekan lalu sempat diguncang kabar pengunduran diri sejumlah pejabat tinggi OJK.
“Pelaku pasar tetap memantau langkah pemerintah pasca mundurnya pejabat OJK, namun sejauh ini Rupiah mampu menopang kinerja IHSG dengan baik,” tambah Gunawan.
Emas Dunia Kembali Bersinar
Tak ketinggalan, komoditas emas juga menunjukkan tren positif. Setelah mengalami tekanan di akhir pekan, harga emas dunia pada sore ini ditransaksikan menguat ke level $4.908 per ons troy atau setara dengan Rp2,7 juta per gram.
Menurut Gunawan, selama kondisi geopolitik dunia belum stabil, emas masih memiliki ruang lebar untuk melanjutkan kenaikannya sebagai aset aman (safe haven).
Poin Kunci Pantauan Pasar:
• Sentimen Utama: Eksekusi butir kesepakatan RI – MSCI dan kepastian regulasi pasar keuangan.
• Risiko: Pengaruh gejolak geopolitik global terhadap inflasi dan harga komoditas.
• Stabilitas: Langkah strategis pemerintah pasca dinamika internal di OJK.










































