Dailybisnis.com, Medan – Bajaj Maxride terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem transportasi yang inklusif di Kota Medan.
Alih-alih menjadi pesaing, kehadiran Bajaj kini justru menjadi peluang emas bagi para pengemudi becak bermotor (bentor) untuk meningkatkan taraf hidup melalui teknologi.
Manajemen Bajaj Maxride menegaskan bahwa mereka sangat menghormati aspirasi dari berbagai paguyuban transportasi lokal.
“Kami memandang setiap aspirasi sebagai bagian penting untuk membangun transportasi kota yang sehat dan berkelanjutan,” tulis pernyataan resmi manajemen.
Fakta Menarik: 50% Driver Adalah Eks Pengemudi Bentor
Data internal menunjukkan tren menarik: hampir 50 persen mitra driver Bajaj Maxride di Medan merupakan mantan pengemudi bentor. Transisi ini bukan tanpa alasan.
Para driver memilih beralih karena sistem kerja yang lebih terstruktur dan transparansi pendapatan melalui aplikasi.
Jefri (45), salah satu mitra yang dulunya menarik bentor, mengaku hidupnya berubah total. “Orderannya banyak, kadang malah susah cari waktu istirahat. Kalau mau makan, aplikasi harus dimatikan dulu karena order masuk terus,” ungkapnya sembari bercanda, Sabtu (7/2/2026).
Selain pendapatan yang melonjak, faktor kenyamanan karena terlindung dari panas dan hujan menjadi alasan utama ia betah.
Solusi Kemacetan & Ramah Lingkungan
Menepis isu polusi dan kemacetan, Bajaj Maxride memaparkan keunggulan armadanya:
* Efisien: Satu unit mampu mengangkut hingga 3 penumpang sekaligus, lebih efisien dibanding motor pribadi dalam mengurangi volume kendaraan.
* Teknologi Hijau: Menggunakan mesin 4-Tak DOHC 200cc DTSi dengan sertifikasi Euro 4, menjamin emisi yang jauh lebih rendah dan ramah lingkungan.
* Armada Anyar: Seluruh unit merupakan produksi tahun 2023 ke atas.
Bajaj Maxride kembali menegaskan bahwa pintu bergabung terbuka lebar bagi seluruh driver bentor di Medan yang ingin beradaptasi dengan teknologi dan meraih penghasilan yang lebih stabil.










































