DailyBisnis.com, Medan — Risiko kemiskinan baru sering kali membayangi keluarga pekerja saat kehilangan tulang punggung utama. Mengantisipasi dampak penurunan ekonomi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumatera Utara–Aceh (Sumbagut) mengucurkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) bagi 120 ahli waris di delapan titik strategis.
Langkah ini dirancang untuk memutar dana santunan tunai menjadi modal usaha produktif, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi tingkat rumah tangga di daerah.
Transformasi Santunan Menjadi Modal Produktif
Pelatihan yang digelar serentak di Medan, Kisaran, Pematangsiantar, Padangsidimpuan, Langsa, Lhokseumawe, Banda Aceh, hingga Meulaboh ini menyasar penguatan kapasitas ekonomi mikro berbasis potensi lokal. Para peserta dibekali literasi keuangan serta keahlian praktis seperti tata boga, menjahit, dan tata rias melalui kolaborasi dengan sektor perbankan dan lembaga vokasi.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut, Kunto Wibowo, menjelaskan bahwa tanpa literasi finansial yang memadai, santunan tunai berisiko habis untuk konsumsi jangka pendek tanpa memberikan dampak ekonomi berkelanjutan.
“Kami memberikan pelatihan literasi keuangan dan keterampilan praktis agar dana santunan tidak sekadar bertahan untuk sementara waktu, melainkan bertransformasi menjadi modal usaha yang menghasilkan nilai tambah,” ujar Kunto, Rabu (19/8).
Program regional ini merupakan bagian dari Soft Launching Nasional PEKA yang diresmikan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat di Bandung pada Selasa (18/8), dengan total sasaran 1.426 penerima manfaat di 45 titik se-Indonesia.
Perkuat Ekosistem UMKM Daerah
Dukungan penuh datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provsu, Dr. Illyan Chandra Simbolon, S.STP., M.SP., menilai pendekatan pemberdayaan ini efektif menjaga daya beli masyarakat dan menekan angka kemiskinan ekstrem di daerah.
Sebagai langkah keberlanjutan ekonomi, Pemprov Sumut siap mengintegrasikan para alumni pelatihan ke dalam rantai pasok dan pembinaan UMKM lokal.
- Jaring Pengaman Ekonomi: Mencegah penurunan kelas sosial-ekonomi keluarga pekerja pascamusibah.
- Integrasi Ekosistem: Kolaborasi lanjutan bersama Dinas Koperasi dan UMKM untuk pendampingan wirausaha dan akses pasar.
- Cipta Kerja Mandiri: Mendorong pencetakan unit usaha mikro baru yang mampu menyerap tenaga kerja di tingkat lokal.
Sinergi multipihak ini diharapkan tidak hanya menciptakan ketahanan finansial bagi keluarga penerima manfaat, tetapi juga mendongkrak pergerakan ekonomi daerah dari sektor informal.





