Dailybisnis.com, Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengambil langkah agresif dalam memperkuat struktur ekonomi daerah dengan mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp1,9 triliun untuk pembangunan infrastruktur pada tahun 2026. Investasi besar ini diarahkan untuk memperlancar arus logistik, mendukung ketahanan pangan, dan memitigasi risiko ekonomi akibat bencana.
Kepala Bidang Perencanaan Dinas PUPR Sumut, Rizal Hasibuan, mengungkapkan bahwa pagu indikatif ini merupakan bagian dari visi besar Gubernur Sumut, Bobby Nasution, melalui Program Hasil Terbaik Cepat Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI).
Fokus pada Akselerasi Ekonomi dan Distribusi
Dalam skema anggaran tersebut, fokus utama diarahkan pada sektor kebinamargaan (jalan dan jembatan) yang menjadi urat nadi distribusi barang dan jasa:
• Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC): Dialokasikan sebesar Rp690 miliar untuk memastikan konektivitas antarwilayah berjalan optimal.
• Proyek Strategis Daerah (PSD): Sebesar Rp356 miliar dikucurkan untuk pembangunan jalan yang mendukung simpul-simpul ekonomi baru.
Sektor Sumber Daya Air (SDA) juga mendapat perhatian serius guna mendukung produktivitas pertanian dengan total anggaran mencapai Rp315 miliar (gabungan PHTC dan PSD), yang krusial bagi ketahanan pangan daerah.
Mitigasi Risiko: Belanja Alat Berat & Pascabencana
Menarik pelajaran dari keterbatasan armada pada tahun 2025, Pemprov Sumut mengalokasikan Rp46 miliar khusus untuk pengadaan alat berat baru. Langkah ini dipandang sebagai investasi efisiensi jangka panjang agar proses pembersihan material bencana tidak menghambat jalur perdagangan.
Selain itu, dana cadangan pascabencana sebesar Rp210 miliar telah disiapkan untuk memastikan pemulihan infrastruktur ekonomi tidak terhambat jika terjadi gangguan alam.
“Tahun lalu kita sempat keteteran soal alat berat saat tanggap darurat. Pengadaan tahun ini adalah langkah antisipasi agar mobilitas warga dan barang tidak terputus lama jika terjadi bencana,” tegas Rizal Hasibuan, Rabu (28/1/2026).
Capaian 2025: Modal Kuat Ekonomi Daerah
Hingga akhir 2025, Dinas PUPR mencatat rasio jalan mantap di Sumatera Utara telah menyentuh angka 75 persen dari total 3.005 kilometer jalan provinsi. Peningkatan kualitas jalan ini diproyeksikan bakal menekan biaya logistik di tingkat produsen (petani/industri) hingga ke konsumen akhir.
Dengan suntikan Rp1,9 triliun pada 2026, Sumatera Utara menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh kabupaten/kota melalui akses infrastruktur yang lebih terintegrasi dan andal.











































