• About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, September 11, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Dailybisnis.com
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Politik
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Ragam
    • Film
    • Musik
    • Tekno
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Politik
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Ragam
    • Film
    • Musik
    • Tekno
No Result
View All Result
Dailybisnis.com
No Result
View All Result
Home News

Memutus Rantai Fragmentasi: Koridor Ekologis Jadi Kunci Kelestarian Leuser

by Gunawan
Juli 6, 2026
in News
0
Memutus Rantai Fragmentasi: Koridor Ekologis Jadi Kunci Kelestarian Leuser
0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dailybisnis.com, Medan – Menjaga Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) tidak bisa lagi hanya mengandalkan perlindungan di area hutan yang tersisa. Masifnya pembangunan jalan, perubahan penggunaan lahan, dan ekspansi perkebunan telah menyebabkan habitat satwa liar terfragmentasi secara serius. Strategi pembangunan koridor ekologis kini mendesak untuk segera diintegrasikan ke dalam kebijakan pembangunan daerah.

Hal tersebut mengemuka dalam Lokakarya Kebijakan dan Penguatan Tata Kelola KEL yang digelar Green Justice Indonesia (GJI) bersama Bapperida Provinsi Sumatera Utara di Medan, Selasa (30/6/2026).

RelatedPosts

PLN Icon Plus Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Perkuat Budaya K3 melalui Digitalisasi

Tangguh Hadapi Gejolak Global, Pasar Modal Indonesia Unjuk Gigi hingga Jumlah Investor di Sumut Tembus 1 Juta

Misteri Pembunuhan Warga di Langkat Terkuak: Dipicu Dendam Pencurian Sawit

Koordinator Riset Biodiversitas Orangutan Information Centre (OIC), Susandro Frima Sitorus, memaparkan hasil kajian terbaru mengenai populasi orangutan sumatera (Pongo abelii) di wilayah Pakpak Bharat dan Dairi. Berdasarkan publikasi ilmiah 2026, populasi orangutan di kawasan tersebut kini terpecah menjadi tiga metapopulasi: Batu Ardan, Sikulaping, dan Siranggas.

Sandro memperingatkan bahwa fragmentasi habitat yang terjadi mengakibatkan ruang gerak satwa menjadi terbatas.

“Ketika populasi satwa terpisah, ruang geraknya menjadi semakin terbatas. Pertukaran genetik ikut berkurang sehingga dalam jangka panjang meningkatkan risiko inbreeding dan menurunkan kemampuan populasi untuk bertahan,” ujarnya.

Infrastruktur Ekologis sebagai Prioritas Pembangunan

OIC mengusulkan pembangunan koridor ekologis sebagai jalur penghubung antarhabitat. Melalui pendekatan least-cost path analysis, peneliti telah memetakan jalur-jalur yang paling aman bagi satwa dengan gangguan seminimal mungkin. Bahkan, di titik-titik yang terpisah oleh jalan raya, diusulkan pembangunan artificial corridor atau jembatan kanopi.

“Pada beberapa titik, kanopi pohon di kedua sisi jalan masih saling terhubung sehingga masih memungkinkan dimanfaatkan satwa arboreal untuk berpindah. Salah satu opsi yang diusulkan ialah pembangunan artificial corridor atau canopy bridge pada titik-titik yang telah dipetakan agar pergerakan satwa tetap terjaga meskipun terpisah oleh jalan,” jelas Sandro.

Ia menekankan bahwa koridor ekologis tidak berarti kawasan harus kosong dari aktivitas manusia.

“Koridor bukan berarti seluruh kawasan harus dikosongkan dari aktivitas manusia. Yang dicari adalah bagaimana konektivitas satwa tetap terjaga tanpa menghilangkan ruang hidup masyarakat,” tegasnya.

Sandro juga mendorong agar infrastruktur ekologis tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan setara dengan infrastruktur pembangunan lainnya.

“Infrastruktur ekologis seharusnya dipandang sebagai bagian dari infrastruktur pembangunan, sama pentingnya dengan jalan maupun irigasi,” tambahnya.

Tantangan Sinkronisasi Kebijakan

Di sisi lain, Direktur Green Justice Indonesia (GJI), Panut Hadisiswoyo, menyoroti lemahnya implementasi status KEL sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) dalam dokumen perencanaan daerah. Meski status KSN telah ditegaskan sejak 2008 dan diperbarui pada 2017, banyak pemerintah daerah belum menjadikannya sebagai acuan utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Akibatnya, rekomendasi ilmiah seperti pembangunan koridor ekologis sering kali terhambat dalam hal kebijakan maupun penganggaran.

“Yang menjadi persoalan bukan lagi status hukumnya, tetapi bagaimana status tersebut diterjemahkan ke dalam kebijakan daerah. Banyak pemerintah daerah belum menjadikan KSN sebagai dasar dalam penyusunan RPJMD maupun RTRW,” ungkap Panut.

Menurut Panut, lokakarya ini bertujuan menyamakan persepsi agar pembangunan di kawasan Leuser lebih bijak.

“Kita ingin pembangunan tetap berjalan, tetapi pembangunan itu harus mengikuti daya dukung lingkungan. Setiap pembangunan, termasuk pembangunan jalan, harus memperhatikan kaidah KSN, seperti menjaga kawasan dari perambahan dan menyediakan koridor satwa agar pergerakan satwa liar tetap terakomodasi,” pungkasnya.

Tags: Green Justice IndonesiaKawasan Ekosistem LeuserKunci Kelestarian LeuserOrangutan Information CentrePongo abeliiRiset Biodiversitas
Gunawan

Gunawan

Gunawan merupakan editor dan reporter DailyBisnis.com yang terlibat dalam proses penulisan, penyuntingan, pemeriksaan, dan publikasi berita. Ia berfokus pada penyajian informasi yang aktual, informatif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pembaca.

Related Posts

PLN Icon Plus Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Perkuat Budaya K3 melalui Digitalisasi

PLN Icon Plus Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Perkuat Budaya K3 melalui Digitalisasi

by Gunawan
September 10, 2026
0

Dailybisnis.com, Jakarta — PLN Icon Plus meraih tiga penghargaan dalam ajang Indonesia QHSE Sustainability For Business Awards (IQSA) 2026 atas...

Tangguh Hadapi Gejolak Global, Pasar Modal Indonesia Unjuk Gigi hingga Jumlah Investor di Sumut Tembus 1 Juta

Tangguh Hadapi Gejolak Global, Pasar Modal Indonesia Unjuk Gigi hingga Jumlah Investor di Sumut Tembus 1 Juta

by Gunawan
September 10, 2026
0

Dailybisnis.com, Medan - Pasar modal Indonesia terbukti tangguh menghadapi goncangan ekonomi global. Pada penutupan Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan...

Misteri Pembunuhan Warga di Langkat Terkuak: Dipicu Dendam Pencurian Sawit

Misteri Pembunuhan Warga di Langkat Terkuak: Dipicu Dendam Pencurian Sawit

by Gunawan
September 10, 2026
0

Dailybisnis.com, Langkat - Polisi akhirnya berhasil membongkar kasus pembunuhan tragis yang menimpa TS (55) di Dusun IV Lau Mulgap, Desa...

Recommended

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Lakukan Langkah Penanganan untuk Menjaga Kelancaran Penyaluran BBM di Nias Selatan

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Lakukan Langkah Penanganan untuk Menjaga Kelancaran Penyaluran BBM di Nias Selatan

1 bulan ago
Kabar Baik Bagi Nelayan Nias Utara, BPH Migas Percepat Pembangunan SPBU Satu Harga

Kabar Baik Bagi Nelayan Nias Utara, BPH Migas Percepat Pembangunan SPBU Satu Harga

8 bulan ago
Dailybisnis.com

Dailybisnis.com ©2026 • All rights reserved.

Navigate Site

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Bisnis
  • Politik
  • News
  • Film
  • Musik
  • Olahraga
  • Fashion
  • Tekno
  • Health

Dailybisnis.com ©2026 • All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In