Dailybisnis.com, Langkat — Rangkaian acara Orangutan Festival 2026 resmi berakhir di Bukit Mas Ecopark pada Minggu (23/8). Penutupan festival ini ditandai dengan aksi Fun Run 10K bertajuk “Run for Orangutans: Their Forest, Our Future” yang diikuti oleh 100 pelari dari berbagai kalangan.
Aksi lari ini membawa pesan kuat bahwa upaya penyelamatan orangutan harus selalu beriringan dengan menjaga kelestarian hutan sebagai habitat dan ruang hidup utama mereka.
Sebelumnya, rangkaian festival telah dibuka dengan talkshow bertajuk “Fighting Climate Change, From the Heart of the Forest” pada 18 Agustus 2026 yang menghadirkan empat narasumber. Diskusi tersebut juga dirangkaikan dengan sesi chit-chat bersama lima pesepeda dari komunitas Chemonk di Huta Coffee, Padang Sidempuan.
Kelima pesepeda tersebut merupakan bagian dari Ekspedisi Hutan Merdeka yang diinisiasi oleh Satya Bumi. Memulai perjalanan dari Jakarta pada 2 Agustus 2026, mereka menempuh jarak lebih dari 1.700 kilometer sebelum akhirnya tiba di Jembatan Trikora, Batang Toru, pada 19 Agustus 2026—bertepatan dengan peringatan Hari Orangutan Sedunia—dengan membawa pesan utama “Jaga Hutan, Jaga Orangutan.”
Seruan Konservasi dan Semangat Peserta
Flag off Fun Run 10K penutupan festival ini dilepas secara langsung oleh Direktur Konservasi YOSL-OIC, M. Indra Kurnia. Sebelum peserta memulai rute, Founder sekaligus Chairperson YOSL-OIC, Panut Hadisiswoyo, memberikan arahan penting kepada seluruh pelari.

“Fun run ini adalah lari untuk mencapai tujuan menyelamatkan orangutan dan habitatnya. Kami terus berkomitmen membawa pesan ini kepada publik, kita terus bersuara, dan beraksi: selamatkan hutan, selamatkan orangutan,” tutur Panut.
Bagi para peserta, kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga. Setiap langkah yang ditempuh menjadi sarana mengenalkan isu perlindungan orangutan kepada publik, sekaligus pengingat bahwa kelangsungan hidup satwa langka ini sangat bergantung pada kesehatan hutan.
Rico Ajaranto, peserta asal Pangkalan Susu yang keluar sebagai finisher pertama dengan catatan waktu 92 menit, turut membagikan kesan positifnya usai menaklukkan jalur trail run tersebut.
“Trail run ini track-nya seru banget, banyak tantangan juga untuk kami para peserta. Semoga semakin banyak yang peduli sama keberadaan satwa-satwa, khususnya orangutan. Banyak satwa yang terlantar, akibat hilangnya habitat mereka karena pembangunan yang masif,” tutup Rico.
Melalui paduan diskusi publik, kampanye bersepeda jarak jauh, kegiatan olahraga, hingga pelibatan masyarakat luas, Orangutan Festival 2026 sukses menegaskan satu pesan kunci: perlindungan terhadap orangutan harus dimulai secara nyata dari perlindungan habitatnya.





