Dailybisnis.com, Nias Selatan — Kerusakan infrastruktur jalan kembali menjadi batu sandungan bagi distribusi logistik esensial di daerah. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terpaksa memutar otak dan mengubah total pola distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk Kabupaten Nias Selatan, menyusul terputusnya akses utama akibat perbaikan ruas jalan, Senin (3/8).
Kondisi geografis dan tantangan infrastruktur yang kerap menjadi momok di kepulauan terluar kini kembali diuji. Jalur darat yang biasanya dilalui oleh armada distribusi berkapasitas besar lumpuh sementara bagi kendaraan berat.
Dampak paling nyata dari perbaikan jalan ini adalah pembatasan tonase kendaraan. Mobil tangki jumbo berkapasitas 16 kiloliter (KL) dan 8 KL yang biasa diandalkan untuk mengevakuasi suplai dalam jumlah masif kini diparkir. Praktis, pengiriman hanya bertumpu pada armada kecil berkapasitas 5 KL yang mampu bermanuver di jalur sempit atau medan alternatif.
Sebagai langkah mitigasi darurat, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengeklaim telah menambah armada tangki 5 KL dari dua unit menjadi tiga unit. Namun, penambahan satu unit armada ini tentu memunculkan pertanyaan kritis mengenai efektivitas dan kecepatan waktu tunggu (delivery time) dalam menutupi defisit suplai dari armada besar.
Tidak hanya menambah armada, korporat juga menerapkan metode transfer muatan darurat atau yang dikenal sebagai overpumping. Secara teknis, BBM dipindahkan dari mobil tangki besar di sisi luar titik kerusakan menuju mobil tangki kosong di seberang titik rusak menggunakan selang transfer.
Metode ini dinilai menjadi satu-satunya jalan keluar agar rantai pasok ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tidak terputus total.
Langkah taktis seperti overpumping dan penambahan armada kecil memang mampu meredam kepanikan jangka pendek. Namun, insiden ini kembali membuka mata publik terhadap rapuhnya ketahanan logistik energi yang sangat bergantung pada keandalan infrastruktur jalan raya.
Ketergantungan pada metode manual di tengah jalur distribusi yang rentan menunjukkan bahwa koordinasi lintas sektoral antara penyedia energi dan pemerintah daerah dalam perawatan infrastruktur dasar masih menjadi pekerjaan rumah yang mendesak.
Jika perbaikan jalan ini memakan waktu panjang, efisiensi biaya distribusi dan keausan armada tentu akan menjadi beban tambahan yang patut dipertanyakan efisiensinya.
Menanggapi situasi ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengimbau masyarakat Nias Selatan untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying). Konsumen diminta untuk membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan riil di SPBU resmi.





