Dailybisnis.com, Medan — Film terbaru berjudul Baby Udon siap menyapa penonton bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Mengangkat kisah nyata perjuangan pasangan suami istri Fanny dan Hajime dalam menghadapi ujian hidup, film garapan sutradara Fajar Bustomi dan penulis Oka Aurora ini sarat akan pesan moral tentang arti keteguhan, cinta, dan keyakinan kepada Sang Pencipta.
Hal tersebut mengemuka dalam acara meet and greet dan special screening di Plaza Medan Fair, Minggu (23/8/2026), yang dihadiri langsung oleh aktor Denny Sumargo dan Caitlin Halderman. Suasana studio tampak dipadati penonton yang larut dalam keharuan mengikuti perjalanan emosional karakter dalam film.
Denny Sumargo, yang memerankan karakter Hajime Kondoh, menekankan bahwa Baby Udon dirancang untuk menyampaikan refleksi penting tentang bagaimana manusia kerap salah memaknai ujian hidup.

“Film ini untuk menyampaikan pesan yang luar biasa dari hati, dari pemilik cerita ini kepada semua orang bahwa Tuhan itu Maha Baik. Tapi kadang-kadang kita suka berburuk sangka atau salah dalam menafsirkan apa yang Tuhan mau dalam hidup kita,” ujar Denny di hadapan para penonton.
Selain menyoroti sudut pandang perempuan, Denny menambahkan bahwa film ini juga memperlihatkan sisi lain dari seorang pria dalam menghadapi persoalan keluarga.
“Film ini sebenarnya bukan POV-nya hanya dari POV wanita, tapi ada POV laki-laki yang melihat sebagai seorang ayah, sebagai seorang pria dan sebagai seorang suami,” tuturnya.
Apresiasi Tinggi untuk Penonton Medan
Selain memuji kekuatan pesan moral film, Denny melontarkan apresiasi khusus terhadap antusiasme masyarakat Kota Medan yang dinilainya sangat ekspresif dan pemberani dalam merespons cerita yang disajikan.
“Hari ini di Medan aku merasa laki-lakinya lebih berani. Karena memang orang Medan itu lebih berani-berani ya,” ungkap Denny. Ia bahkan kagum karena Medan mencetak rekor sebagai kota dengan titik special screening terbanyak, yakni di lima bioskop, menyusul Bandung yang membuka empat bioskop. “Kalau istilah aku sih Medan ini emang paten kali sih,” imbuhnya.
Momen haru sempat mewarnai kunjungan tersebut ketika Denny bertemu dengan seorang penonton perempuan yang membagikan pengalaman hidup serupa setelah ditinggal wafat oleh suaminya, membuat sang aktor sempat terdiam dan terenyuh.

Menjelang penayangan resminya, Denny berharap karya terbarunya ini tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan ruang refleksi sekaligus kritik yang membangun dari masyarakat.
“Harapannya sederhana, kita datang ke Medan, sama halnya ke kota lain, menitipkan Baby Udon ini untuk dibesarkan, di-review, jadi kritik kalau memang ada yang kurang, dan dinikmati pastinya,” tutup Denny.





