DailyBisnis.com, Medan — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya orientasi baru dalam program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility / CSR). Menurutnya, CSR perbankan—termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI)—tidak boleh sekadar menjadi bantuan seremonial sesaat, melainkan harus melahirkan program berkelanjutan yang meninggalkan warisan (legacy) bagi Kota Medan.
Pernyataan tersebut disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi jajaran pimpinan BSI Area Medan Raya di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat (21/8/2026). Pertemuan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemko Medan, termasuk Plt. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Suluh Aulia Harahap, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Surya Syahputra Pulungan, serta Plt. Direktur Utama RSUD Dr. Pirngadi Mardohar Tambunan.
Inovasi Bentuk CSR: Dari Kebun Binatang hingga Taman Kota
Dalam kesempatan tersebut, Rico membuka ruang kerja sama yang luas dengan sektor perbankan, namun dengan pendekatan yang lebih kreatif dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Ia mencontohkan bahwa bentuk CSR sangat fleksibel dan tidak harus terpaku pada pola konvensional.
“Kenapa enggak CSR-nya yang lain? Kebun Binatang Medan saja kasih makan kebun binatang Medan, itu CSR. Kalau perlu, salah satu binatang di situ menjadi anak angkat satu perusahaan,” ujar Rico.
Selain itu, ia juga mendorong perusahaan untuk mengambil peran aktif dalam penghijauan kota, pembuatan taman kota, hingga penanaman pohon yang dilengkapi label perusahaan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap ruang publik.
Fokus Strategis: Kesehatan, UMKM, hingga Pengentasan Kemiskinan
Pemko Medan menyambut baik kolaborasi lintas sektor yang menyasar isu-isu prioritas perkotaan. Beberapa sektor utama yang menjadi sorotan meliputi:
- Kesehatan: Penanganan stunting, optimalisasi layanan kesehatan masyarakat, serta pemanfaatan sistem layanan perbankan di lingkungan dinas kesehatan, puskesmas, dan RSUD Dr. Pirngadi.
- Pengembangan UMKM: Pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui penyediaan peralatan usaha, pendampingan intensif, hingga peluang sharing modal bagi UMKM binaan.
- Sosial & Edukasi: Program literasi, penanganan kemiskinan, hingga pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Membangun Kesadaran, Bukan Sekadar Formalitas
Rico menegaskan bahwa Pemko Medan tidak ingin memposisikan diri sebagai pihak yang sekadar “menagih” CSR kepada korporasi. Ia ingin tanggung jawab sosial lahir dari panggilan nurani perusahaan untuk ikut menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
Ia berharap kehadiran perbankan di Medan tidak hanya berfokus pada urusan transaksi bisnis atau fasilitas keuangan semata, tetapi diimbangi dengan kontribusi nyata yang dirasakan langsung oleh warga.
“Supaya kita bisa punya legacy. Yang terakhir bagi saya adalah tidak habis dibuang, tapi bisa menjadi legacy. Ciptakanlah legacy-legacy baru,” pungkasnya.





