Dailybisnis.com, Langkat – Perum BULOG Kantor Wilayah Sumatera Utara resmi tancap gas melakukan penyerapan hasil panen petani lokal di awal tahun 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga di tingkat produsen sekaligus memastikan cadangan pangan nasional tetap kokoh menghadapi masa puncak panen mendatang.
Gerak Cepat di Lapangan
Pemimpin Wilayah BULOG Sumut, Budi Cahyanto, turun langsung melakukan kegiatan Serap Gabah Petani (Sergap) di Desa Sambirejo dan Sendangrejo, Kabupaten Langkat, Minggu (25/1). Dalam aksi nyata tersebut, BULOG langsung menyerap sebanyak 20 ton Gabah Kering Panen (GKP) dari lahan seluas 3,5 hektare.
“Kami beli langsung di tingkat petani dengan harga Rp6.500 per kilogram, sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Kondisinya sudah dikemas karung dan siap angkut,” ujar Budi di sela-sela kegiatannya.
Target Besar di Tahun 2026
Tahun ini, BULOG Sumut tidak main-main dalam mendukung kedaulatan pangan daerah. Berikut adalah poin-poin utama target dan kebijakan penyerapan tahun 2026:
• Target Penyerapan: Membidik total 62.718 ton Gabah Kering Panen (GKP) sepanjang tahun.
• Harga Pemerintah (HPP): Rp6.500/kg di tingkat petani dan maksimal Rp6.700/kg di tingkat penggilingan.
• Puncak Panen: Persiapan ekstra dilakukan untuk periode Maret hingga Mei yang diprediksi sebagai masa panen raya.
• Kesiapan Infrastruktur: Seluruh gudang dan sarana pendukung di Sumatera Utara telah dinyatakan siap 100% untuk menampung hasil bumi.
Ke Mana Perginya Gabah Tersebut?
Masyarakat tidak perlu khawatir soal pasokan beras. Budi menjelaskan bahwa gabah yang diserap dari petani lokal ini akan diproses untuk berbagai program strategis pemerintah, di antaranya:
1. Program Bantuan Pangan untuk keluarga penerima manfaat.
2. Penyaluran SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) guna menjaga harga beras di pasar tetap terjangkau.
3. Cadangan Darurat untuk bantuan bencana alam.
“Walaupun stok BULOG saat ini berada dalam kondisi aman, penyerapan gabah produksi petani tetap menjadi prioritas utama kami untuk menjaga kesejahteraan petani,” tegas Budi.
Melalui sinergi dengan Babinsa dan Kelompok Tani (Poktan) setempat, BULOG berkomitmen untuk terus mengawal masa panen agar petani mendapatkan harga yang layak dan kompetitif sesuai aturan yang berlaku.











































