Dailybisnis.com, Medan – Kota Medan siap menjadi pusat perhatian para pecinta otomotif tanah air. Sebuah helatan bertajuk Revora 2026 bakal memadati kawasan ikonik Lapangan Merdeka Medan pada Jumat, 6 November 2026, mulai pukul 18.00 hingga 00.00 WIB. Tak tanggung-tanggung, ajang berkonsep karnaval otomotif dan lifestyle ini mengincar partisipasi hingga 1.000 unit mobil.
Revora dirancang bukan sekadar tempat berkumpulnya pencinta roda empat, melainkan juga panggung kreatif bagi anak muda sekaligus etalase untuk memamerkan potensi besar ekonomi kreatif dan industri otomotif Kota Medan.
Founder Revora, Ari Ridwan, menjelaskan bahwa nama Revora diambil dari kata Revolution Aura. Istilah ini terinspirasi dari gaya bahasa anak muda atau Generasi Z yang menggambarkan sesuatu yang luar biasa, melampaui ekspektasi, dan butuh perjuangan untuk mewujudkannya.
“Kalau disederhanakan, ini seperti nongkrong mobil akbar, khususnya untuk anak-anak Medan. Target kita bisa menghadirkan 1.000 mobil,” ujar Ari saat berbincang di Sekata Kopi, Jalan Sei Batu Ging Ging, Medan, Minggu (1/11/2026) sore.

Bukan Cuma Kuliner, Otomotif Adalah Tulang Punggung UMKM Baru
Salah satu fokus utama Revora 2026 adalah misi ekonomi. Ajang ini ingin mengedukasi publik bahwa ekosistem otomotif memiliki peran vital sebagai salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat, khususnya bagi Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Selama ini, UMKM sering kali identik dengan bisnis makanan dan minuman (F&B). Padahal, ekosistem otomotif menyimpan potensi pasar yang sangat masif, mulai dari bengkel skala kecil, jasad modifikasi (custom), toko sparepart, hingga pebisnis dropshipper.
“UMKM itu tidak semuanya berbicara tentang makanan dan minuman. Bengkel kecil juga UMKM. Pelaku bisnis otomotif lainnya, usaha custom, hingga dropshipper juga bagian dari UMKM. Industri ini memiliki potensi yang sangat besar,” jelas Ari.
Melalui Revora, panitia ingin memberikan wadah bagi para pelaku UMKM otomotif lokal Medan untuk unjuk gigi, memperluas jejaring bisnis (networking), mempromosikan produk, hingga membuka peluang kolaborasi bisnis baru yang dapat berputar secara berkelanjutan.
Dukungan Kawasan Ikonik dan Skena Kreatif
Untuk mendukung perputaran roda ekonomi dan antusiasme pengunjung, panitia telah mengantongi izin penggunaan sejumlah ruas jalan di kawasan bersejarah dan ikonik Kota Medan, mulai dari Kesawan hingga Pos Bloc, serta area Lapangan Merdeka.
Ari bercerita bahwa gagasan ini sebenarnya berawal dari ide underground car meet dua tahun lalu. Namun, konsep itu akhirnya diubah agar lebih inklusif dan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat luas.
“Kami berpikir kenapa tidak membuat kegiatan yang bisa dinikmati semua orang di Medan. Kami ingin menggunakan kawasan yang menjadi ikon Kota Medan dan menunjukkan bahwa Medan memiliki potensi otomotif yang luar biasa serta tidak kalah dengan kota-kota lainnya,” katanya.
Dukungan penuh juga mengalir dari Muhammad David, pemilik Sekata Kopi dan inisiator Sekata Media. David menilai gagasan menghadirkan 1.000 mobil ini merupakan terobosan besar untuk mengangkat skena kreatif dan potensi ekonomi Kota Medan.
“Posisi kami di sini lebih kepada mendukung Ari. Seperti yang biasa kami lakukan terhadap skena-skena lainnya, kami ingin memberikan support. Ketika Ari menyampaikan mimpinya untuk mengumpulkan 1.000 mobil di Medan, menurut kami itu keren dan menjadi sesuatu yang perlu didukung,” ujar David.
Terbuka Umum & Biaya Pendaftaran Unik Rp517
Menariknya, acara ini sangat inklusif. Tidak ada batasan jenis, merek, atau tingkat modifikasi kendaraan. Semua pemilik mobil, baik yang standar maupun hasil custom, bisa mendaftar.
“Mobilnya umum, tidak ada batasan merek atau jenis. Kalau memang ada yang ingin menampilkan mobilnya silahkan saja. Kami tidak membatasi modifikasi,” kata Ari.
Uniknya lagi, panitia menetapkan tarif pendaftaran sebesar Rp517. Angka ini diambil dari masukan istri Ari, Anna, yang membawa simbol identitas Kota Medan (kode area 061 / 517). Biaya ini sengaja dibuat terjangkau agar tetap menjaga komitmen peserta tanpa memberatkan masyarakat.
“Angka itu merupakan masukan dari istri saya. Kami tidak ingin acara me-gratiskan karena terkadang sesuatu yang gratis dianggap sepele. Tetapi saya juga tidak mau memberatkan orang. Jadi, akhirnya muncul angka Rp517,” jelasnya.
Selain pameran mobil, pengunjung juga akan disuguhkan berbagai aktivitas menarik seperti pemasangan aksesori gratis secara langsung di lokasi acara oleh sponsor, panggung musik dari Icos, hingga fasilitas refleksi kaki.
Melalui Revora 2026, Ari berharap ajang ini menjadi batu loncatan untuk membawa nama Medan kian melambung di kancah nasional melalui potensi anak mudanya.
“Kami ingin berupaya menaikkan nama Kota Medan melalui kreativitas anak-anak mudanya,” tutup Ari.



