• About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, September 12, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Dailybisnis.com
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Politik
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Ragam
    • Film
    • Musik
    • Tekno
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Politik
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Ragam
    • Film
    • Musik
    • Tekno
No Result
View All Result
Dailybisnis.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Urgensi Revisi Tata Ruang: Ekosistem Batang Toru Didorong Jadi Kawasan Strategis Nasional dan Pemberlakuan Zona Merah

by Gunawan
Februari 26, 2026
in Editorial
0
Urgensi Revisi Tata Ruang: Ekosistem Batang Toru Didorong Jadi Kawasan Strategis Nasional dan Pemberlakuan Zona Merah
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dailybisnis.com, Medan – Kerentanan ekosistem Batang Toru kembali menjadi sorotan tajam. Sejumlah aktivis lingkungan dan akademisi mendesak pemerintah segera melakukan revisi tata ruang berbasis mitigasi bencana, menetapkan wilayah tersebut sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN), serta memberlakukan status “Zona Merah” di titik rawan guna memutus siklus bencana ekologis.

Dalam diskusi tematik yang digelar Forum Kehutanan Daerah Sumatera Utara (FKD Sumut) di Medan, Rabu (25/2/2026), Direktur Green Justice Indonesia, Panut Hadisiswoyo, menekankan bahwa penataan ruang Batang Toru harus berlandaskan daya dukung lingkungan.

RelatedPosts

XLSMART Bangun Kabel Internet Bawah Laut 8.000 Km, Hubungkan Indonesia ke Jepang!

Lima Orangutan di Hutan Odisha, India dan Jejak Kejahatan yang Harus Diungkap

Kecelakaan Maut di Tol Sergai: Mobil Box Sundul Tronton, 3 Orang Tewas

“Kita harus melihat seluruh aspek mulai dari ekologi, keanekaragaman hayati, hingga tata kelola hutan sebagai fondasi perlindungan jangka panjang. Tanpa zona yang tegas, risiko bencana akibat perubahan iklim akan terus berulang,” ujar Panut.

Dorongan Status KSN

Panut menilai, penetapan Batang Toru sebagai KSN adalah solusi krusial untuk mensinergikan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menyayangkan adanya persepsi keliru bahwa KSN hanya untuk wilayah lintas provinsi.

“Batang Toru telah memenuhi indikator KSN dari sisi fungsi ekosistem dan nilai keanekaragaman hayati. Ini harus menjadi perhatian utama dalam RTRW, KLHS, dan RDTR,” tambahnya.

Kritik Atas Lemahnya Implementasi

Senada dengan hal tersebut, Direktur Walhi Sumut, Rianda Purba, mengkritik pemerintah yang dinilai belum serius melindungi Batang Toru. Menurutnya, kebijakan perlindungan saat ini masih sebatas di atas kertas dan belum menyentuh level tapak.

“Belum ada regulasi yang benar-benar implementatif. Sinkronisasi politik antara pusat, provinsi, dan kabupaten sangat lemah, sehingga anggaran dan komitmen perlindungan pun minim,” tegas Rianda.

Walhi juga menyoroti keberadaan proyek industri dan infrastruktur, seperti PLTA, yang dinilai merusak sumber mata air dan lahan pertanian. Rianda memperingatkan bahwa pembiaran eksploitasi di kawasan rawan sama saja dengan pengusiran masyarakat secara tidak langsung melalui bencana.

Kebijakan “Zona Merah” dan Relokasi

Dari sudut pandang akademisi, pakar lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU), Onrizal, menekankan pentingnya penetapan “Zona Merah” dengan kebijakan no-rebuild (larangan membangun kembali) di lokasi terdampak bencana.

“Membangun kembali di lokasi yang sama hanya akan mengulang pola rusak-perbaiki. Namun, relokasi warga harus menjadi ‘paket kehidupan’ yang menjamin akses kerja dan layanan publik, bukan justru memiskinan mereka,” jelas Onrizal.

Ia memaparkan data estimasi kerugian bencana di Sumut yang mencapai lebih dari Rp20 triliun. Onrizal mengusulkan pendekatan berbasis hotspot risiko pada sub-DAS dan koridor sungai yang memiliki riwayat bencana berulang.

Faktor Geologi dan Kesiapan Bencana

Sementara itu, Direktur Konservasi Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), M. Yakub Ishadamy, mengingatkan bahwa bencana di Batang Toru tidak hanya dipicu oleh deforestasi, tetapi juga faktor geologi berupa pergerakan sesar Sumatera yang aktif.

“Hampir 20 tahun pascagempa Aceh-Nias, aktivitas geologi membuat banyak lereng di Batang Toru longsor meski hutannya masih bagus. Masalah utamanya adalah kita tidak siap dan belum memiliki Rencana Kontingensi Banjir yang terintegrasi dalam RTRW,” ungkap Yakub.

Yakub mendesak pemerintah melakukan re-scoring kawasan berdasarkan parameter lereng, curah hujan, dan jenis tanah untuk menentukan zona lindung yang akurat.

Diskusi yang melibatkan GJI, Walhi, YEL, dan DLHK Sumut ini diharapkan menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk melahirkan RTRW yang lebih adaptif dan protektif terhadap kelestarian Ekosistem Batang Toru.

Tags: Ekosistem Alam SumateraEkosistem Batang ToruForum Kehutanan Daerah Sumatera UtaraGreen Justice IndonesiaKajian LingkunganKawasan Strategis NasionalKondisi Hutan IndonesiaPanut HadisiswoyoPersoalan Hutan Sumatera UtaraRianda PurbaWalhi SumutYakub IshadamyYayasan Ekosistem Lestari
Gunawan

Gunawan

Gunawan merupakan editor dan reporter DailyBisnis.com yang terlibat dalam proses penulisan, penyuntingan, pemeriksaan, dan publikasi berita. Ia berfokus pada penyajian informasi yang aktual, informatif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pembaca.

Related Posts

XLSMART Bangun Kabel Internet Bawah Laut 8.000 Km, Hubungkan Indonesia ke Jepang!

XLSMART Bangun Kabel Internet Bawah Laut 8.000 Km, Hubungkan Indonesia ke Jepang!

by Gunawan
September 12, 2026
0

Dailybisnis.com, Batam – Kabar gembira bagi perkembangan dunia digital di Tanah Air. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) resmi memperkuat...

Lima Orangutan di Hutan Odisha, India dan Jejak Kejahatan yang Harus Diungkap

Lima Orangutan di Hutan Odisha, India dan Jejak Kejahatan yang Harus Diungkap

by Gunawan
September 9, 2026
0

Dailybisnis.com, Medan — Penemuan lima orangutan muda di kawasan hutan Bichitrapur, Distrik Balasore, Odisha, India, pada 8 September 2026, memicu...

Kecelakaan Maut di Tol Sergai: Mobil Box Sundul Tronton, 3 Orang Tewas

Kecelakaan Maut di Tol Sergai: Mobil Box Sundul Tronton, 3 Orang Tewas

by Gunawan
September 9, 2026
0

Dailybisnis.com, Sedangbedagai - Kecelakaan lalu lintas merenggut tiga korban jiwa di ruas Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi, tepatnya di KM 54.700...

Recommended

Perluas Jangkauan Digital, PLN Icon Plus dan PLN ULP Indrapura Kenalkan Internet Murah di Batu Bara

Perluas Jangkauan Digital, PLN Icon Plus dan PLN ULP Indrapura Kenalkan Internet Murah di Batu Bara

2 bulan ago
Wali Kota Medan Bebastugaskan Camat Medan Timur Terkait Dugaan Jual Beli Jabatan

Wali Kota Medan Bebastugaskan Camat Medan Timur Terkait Dugaan Jual Beli Jabatan

1 bulan ago
Dailybisnis.com

Dailybisnis.com ©2026 • All rights reserved.

Navigate Site

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Bisnis
  • Politik
  • News
  • Film
  • Musik
  • Olahraga
  • Fashion
  • Tekno
  • Health

Dailybisnis.com ©2026 • All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In