Dailybisnis.com, Depok – Senyum bahagia terpancar dari wajah puluhan anak laki-laki di DNA Clinic, Depok. Sebanyak 45 anak yatim dan dhuafa baru saja mengikuti program “Khitan Massal Gratis” yang diinisiasi oleh Lembaga Amil Zakat Nasional dan Nazhir Wakaf Baitulmaal Muamalat (BMM), Senin (26/1).
Aksi kemanusiaan ini terselenggara berkat sinergi kuat antara BMM dengan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, Bakrie Amanah, dan Sabana Foundation. Tak sekadar menjalankan syariat Islam, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ketiga, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Bantu Ringankan Beban Ekonomi Orang Tua
Direktur Eksekutif BMM, Tegar Sangga Barkah, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk ikhtiar BMM untuk menyediakan akses kesehatan yang layak bagi keluarga dengan latar belakang ekonomi rentan.
“Alhamdulillah, melalui khitan massal ini kami ingin memastikan anak-anak yatim dan dhuafa dapat tumbuh sehat dan kuat. Selain edukasi kesehatan, ini adalah dukungan ekonomi bagi orang tua agar dapat memenuhi kewajiban khitan bagi putra mereka tanpa terkendala biaya,” ujar Tegar.
Rasa syukur pun mengalir dari para orang tua, salah satunya Suoko. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program gratis ini. “Senang, Alhamdulillah. Terima kasih, akhirnya anak saya bisa disunat. Semoga menjadi berkah untuk semua,” ucapnya penuh haru.
Komitmen Berkelanjutan untuk Indonesia
Kepedulian BMM tidak berhenti di meja operasi khitan. Secara terpisah, BMM dan Bank Muamalat juga menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim dan dhuafa sebagai bentuk dukungan moril agar mereka tetap semangat menatap masa depan.
Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program serupa yang telah dijalankan BMM di berbagai provinsi, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Sulawesi Selatan, Aceh, hingga Sumatera Utara. Pada pertengahan 2025 lalu, total 400 anak telah mendapatkan manfaat serupa, lengkap dengan bekal santunan, paket pangan, serta school kit.
Melalui aksi ini, BMM berharap dapat terus berperan aktif dalam memangkas kesenjangan akses kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus membina generasi unggul yang sehat di masa depan.











































