Dailybisnis.com, Medan – Kinerja PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara kini berada di titik nadir kepercayaan publik. Pasca rentetan pemadaman listrik yang melumpuhkan Kota Medan dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir, sorotan tajam datang dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kota Medan. PLN dinilai gagal total dalam menjamin stabilitas energi, bahkan dituding mempermalukan Sumatera Utara di mata dunia internasional.
Ketua JMSI Medan, Erie Prasetyo, secara blak-blakan menyebut manajemen PLN UID Sumut tidak becus dalam melakukan mitigasi risiko, meskipun alasan cuaca buruk terus dijadikan tameng.
“Kita akui dalam beberapa hari ini memang terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, tetapi seharusnya PLN UID Sumut sudah mendeteksi sejak dini hal tersebut agar bisa meminimalisir dampak dari cuaca buruk, sehingga jika harus terjadi pemadaman waktunya tidak terlalu lama. Dengan banyaknya pohon dan tiang listrik yang tumbang, ada alarm dugaan pemeliharaan, pengecekan maupun penggantian tiang yang dilakukan oleh PLN selama ini tidak berjalan maksimal. Dalam dua hari ini pemadaman di Kota Medan bisa berlangsung dari empat hingga delapan jam, bahkan data terbaru yang kita dapatkan per hari ini masih ada wilayah di Medan yang belum hidup listrik hampir 24 jam. Ini membuktikan PLN UID Sumut terlihat tidak siap menghadapi masalah di lapangan dengan cepat seperti cuaca buruk,” keluh Erie, Jumat (5/6/2026).
Menampar Wajah Sumut di AFF Cup U-19
Kekecewaan memuncak saat insiden pemadaman listrik terjadi di Stadion Utama Sumatera Utara tepat saat laga Timnas Indonesia melawan Timor Leste dalam turnamen AFF Cup U-19 berlangsung. Insiden yang disaksikan jutaan pasang mata ini dinilai sebagai kegagalan fatal yang mencederai martabat daerah sebagai tuan rumah.
“Ini event olahraga tingkat internasional, pertandingan tersebut disiarkan langsung dan ditonton ratusan juta pasang mata baik di Indonesia maupun di negara ASEAN, begitu lampu stadion padam walau hanya sekitar lima menit itu adalah hal yang memalukan. Buktinya, suporter timnas kita saat lampu stadion padam menyanyikan sindiran telak kepada PLN dan viral di media sosial. Malu sekali kalau sudah begini kejadiannya, padahal sebelum gelaran AFF U 19 berlangsung, pejabat teras PLN UID Sumut dengan percaya diri mengatakan memastikan stabilitas kelistrikan siap untuk menggelar AFF Cup U 19. Tapi buktinya apa?, ” tegas Erie.
Erie menambahkan, pemadaman yang berlarut-larut ini telah melumpuhkan denyut ekonomi warga dan operasional media siber yang bergantung penuh pada konektivitas listrik. Ia menegaskan, masyarakat sudah muak dengan retorika permintaan maaf tanpa ada perubahan nyata di lapangan.
“Kegiatan jurnalistik sudah pasti terdampak dengan adanya pemadaman ini, karena kita butuh pasokan listrik dan internet. Kita mendesak PLN UID Sumut terus berbenah menjadi lebih baik, masyarakat sudah bosan hanya dengan ucapan minta maaf, sabar, diproses secepatnya, tetapi kejadian pemadaman dengan waktu yang lama terus berulang. Wajar saja jika hampir setiap hari berbagai elemen masyarakat di Kota Medan datang ke kantor PLN untuk berunjuk rasa, karena ya beginilah kinerja PLN yang terlalu banyak manis di bibir saja,” pungkasnya.
Ancaman Serius bagi Iklim Investasi
Pandangan senada disampaikan oleh ekonom Gunawan Benjamin. Menurutnya, pemadaman listrik di tengah perhelatan internasional bukan sekadar masalah teknis sesaat, melainkan sinyal bahaya bagi fundamental ekonomi dan citra investasi di Sumatera Utara.
“Masyarakat tentunya berharap ada jaminan ketersediaan listrik dalam situasi apapun. Dan sangat disayangkan bahwa ada pemadaman listrik saat Sumut menjadi tuan rumah kegiatan olahraga sepakbola AFF Cup U 19, bertaraf internasional. Ini bukan lagi bercerita tentang masalah-masalah pemadaman listrik yang hanya lima menit dan seharusnya dimaklumi,” tegas Gunawan.
Lebih jauh, Gunawan memperingatkan bahwa insiden ini bisa mengikis kepercayaan investor global terhadap kesiapan infrastruktur Indonesia.
“Kepercayaan investor bisa tergerus kalau seperti itu. Persepsi yang dibangun dikalangan investor bisa saja menunjukkan keraguan bahwa Indonesia, masih terseok-seok dalam memenuhi kebutuhan energinya. Hal ini bisa berdampak buruk terhadap persepsi investasi Sumut, maupun Indonesia dalam jangka panjang. Ada baiknya disaat ada even besar, PLN mempersiapkan segala bentuk kemungkinan buruk yang bisa saja mengganggu distribusi kebutuhan listrik,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, Darma Saputra selaku Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumut belum memberikan tanggapan atau konfirmasi terkait upaya normalisasi distribusi listrik di Kota Medan yang dikeluhkan masyarakat.











