• About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, September 6, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Dailybisnis.com
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Politik
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Ragam
    • Film
    • Musik
    • Tekno
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Politik
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Ragam
    • Film
    • Musik
    • Tekno
No Result
View All Result
Dailybisnis.com
No Result
View All Result
Home News

SOJAMSU dan Insan Pers Medan Kecam Sebutan “Londo Ireng” dari Presiden Prabowo

by Gunawan
Juli 30, 2026
in News
0
SOJAMSU dan Insan Pers Medan Kecam Sebutan “Londo Ireng” dari Presiden Prabowo
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dailybisnis.com, Medan — Gelombang protes terhadap pernyataan kontroversial Presiden Prabowo Subianto sebagai kepala negara terus mengalir dari berbagai penjuru daerah. Kali ini, Solidaritas Jurnalis dan Masyarakat Sipil Sumatra Utara (SOJAMSU) bersama aliansi insan pers dan aktivis di Medan melayangkan kecaman keras terhadap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Pernyataan presiden yang menyematkan istilah peyoratif “Londo Ireng” kepada jurnalis, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dinilai bukan sekadar salah ucap, melainkan bentuk kemunduran demokrasi yang mencederai marwah kebebasan pers nasional.

RelatedPosts

Rayakan Dies Natalis ke-42, UT Medan Perluas Akses Pendidikan Tinggi hingga ke Pelosok Sumatra Utara

Muswil Ke-3 IKA UT Medan Sukses Digelar, Syamsuri Terpilih Sebagai Ketua Periode 2026–2031

KKN Mahasiswa UINSU di Simalungun, Berikan Edukasi Pencegahan Stunting, Aksi Gizi dan Lingkungan Sehat Kepada Masyarakat

Kecaman tersebut mengemuka dalam aksi damai yang bertepatan dengan agenda aksi kamisan di kawasan Pos Blok, Lapangan Merdeka, Medan, Kamis (30/7).

Mencederai Pilar Demokrasi dan Sikap Antikritik

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Sumatra Utara, Tuti Alawiyah Lubis, yang turun langsung membersamai aksi damai tersebut, melontarkan kritik tajam terhadap sikap sang kepala negara.

Menurutnya, Presiden Prabowo yang lahir dan disumpah dari rahim proses demokrasi seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga iklim kebebasan berpendapat, bukan justru melabeli elemen pengawas kekuasaan dengan stigma negatif.

“Prabowo dipilih melalui proses demokrasi tapi menghina pilar demokrasi. Sebutan ‘Londo Ireng’ adalah tuduhan serius yang membuktikan ketidaknegarawan Prabowo sebagai Presiden,” tegas Tuti pada aksi tersebut.

Tuti juga mengingatkan kembali rekam jejak politik sang presiden sebelum memegang kendali kekuasaan. Ia menilai ironis ketika seorang pemimpin yang dulunya kerap menggunakan ruang demokrasi untuk melontarkan kritik, kini justru menunjukkan gejala kepemimpinan yang antikritik.

“Mungkin Prabowo lupa selama tiga kali kalah capres, Prabowo juga aktif mengkritik pemerintah. Ini menunjukkan kepemimpinan antikritik,” tambahnya.

Stigmatisasi Berbahaya dan Dugaan Pengalihan Isu

Senada dengan Tuti, salah satu perwakilan jurnalis Array A. Argus menegaskan bahwa insan pers bekerja berdasarkan undang-undang dan mandat publik, sehingga tidak layak direduksi dengan stigmatisasi kolonial seperti “Londo Ireng” (Belanda hitam—istilah historis untuk kaum pribumi yang berpihak pada kolonial).

“Pernyataan seperti ini tidak pantas disampaikan oleh pemimpin negara. Diksi-diksi semacam ini hanya menjadi stigma kepada orang-orang yang peduli terhadap Republik ini,” ujar Array dengan nada geram.

Lebih jauh, Array melontarkan analisis kritis terkait motif di balik lontaran kontroversial tersebut. Ia menduga kegaduhan yang diciptakan oleh narasi sang presiden bukanlah sebuah kekhilafan semata, melainkan ada indikasi desain politik untuk mendistraksi perhatian publik dari persoalan krusial bangsa yang tengah menjadi sorotan.

“Jangan-jangan apa yang disampaikan Presiden merupakan bentuk kesengajaan untuk mengalihkan isu-isu besar—seperti korupsi MBG hingga kasus Febrie Ardiansyah,” pungkasnya menduga.

Titik Balik Hubungan Pers dan Kekuasaan

Aksi damai SOJAMSU di Medan ini menjadi sinyal kuat bahwa kalangan jurnalis dan masyarakat sipil di daerah tidak akan tinggal diam menghadapi upaya pembungkaman secara psikologis maupun verbal oleh penguasa. Di tengah kompleksitas masalah hukum dan tata kelola pemerintahan hari ini, ketegangan antara narasi kekuasaan dan nalar kritis pers diprediksi akan menjadi ujian serius bagi kualitas demokrasi Indonesia ke depan.

Tags: Aksi KamisanAnti KritikIJTIIkatan Jurnalis TelevisiInsan PersLondo IrengLSMPeyoratifPilar DemokrasiPresiden PrabowoSOJAMSU
Gunawan

Gunawan

Gunawan merupakan editor dan reporter DailyBisnis.com yang terlibat dalam proses penulisan, penyuntingan, pemeriksaan, dan publikasi berita. Ia berfokus pada penyajian informasi yang aktual, informatif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pembaca.

Related Posts

Rayakan Dies Natalis ke-42, UT Medan Perluas Akses Pendidikan Tinggi hingga ke Pelosok Sumatra Utara

Rayakan Dies Natalis ke-42, UT Medan Perluas Akses Pendidikan Tinggi hingga ke Pelosok Sumatra Utara

by Efendi
September 6, 2026
0

DailyBisnis.com, Medan — Memperingati Dies Natalis ke-42, Universitas Terbuka (UT) Medan terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang...

Muswil Ke-3 IKA UT Medan Sukses Digelar, Syamsuri Terpilih Sebagai Ketua Periode 2026–2031

Muswil Ke-3 IKA UT Medan Sukses Digelar, Syamsuri Terpilih Sebagai Ketua Periode 2026–2031

by Efendi
September 6, 2026
0

DailyBisnis.com, Medan — Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) Wilayah Medan Sukses menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) Ke-3 pada Sabtu (5/9/2026)...

KKN Mahasiswa UINSU di Simalungun, Berikan Edukasi Pencegahan Stunting, Aksi Gizi dan Lingkungan Sehat Kepada Masyarakat

KKN Mahasiswa UINSU di Simalungun, Berikan Edukasi Pencegahan Stunting, Aksi Gizi dan Lingkungan Sehat Kepada Masyarakat

by Gunawan
September 4, 2026
0

Dailybisnis.com, Simalungun — Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diikuti oleh 34 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) di...

Recommended

Perkuat Jaringan Ritel Nasional, I Love Emas Buka Cabang Kedua di Titik Strategis Medan

Perkuat Jaringan Ritel Nasional, I Love Emas Buka Cabang Kedua di Titik Strategis Medan

1 minggu ago
Biaya Pakan Melambung, Harga Daging Sapi di Kota Medan Terkerek Hingga Rp10 Ribu per Kg

Biaya Pakan Melambung, Harga Daging Sapi di Kota Medan Terkerek Hingga Rp10 Ribu per Kg

7 bulan ago
Dailybisnis.com

Dailybisnis.com ©2026 • All rights reserved.

Navigate Site

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Bisnis
  • Politik
  • News
  • Film
  • Musik
  • Olahraga
  • Fashion
  • Tekno
  • Health

Dailybisnis.com ©2026 • All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In