• About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Oktober 31, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Dailybisnis.com
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Politik
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Ragam
    • Film
    • Musik
    • Tekno
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Politik
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Ragam
    • Film
    • Musik
    • Tekno
No Result
View All Result
Dailybisnis.com
No Result
View All Result
Home News

SOJAMSU dan Insan Pers Medan Kecam Sebutan “Londo Ireng” dari Presiden Prabowo

by Gunawan
Juli 30, 2026
in News
0
SOJAMSU dan Insan Pers Medan Kecam Sebutan “Londo Ireng” dari Presiden Prabowo
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dailybisnis.com, Medan — Gelombang protes terhadap pernyataan kontroversial Presiden Prabowo Subianto sebagai kepala negara terus mengalir dari berbagai penjuru daerah. Kali ini, Solidaritas Jurnalis dan Masyarakat Sipil Sumatra Utara (SOJAMSU) bersama aliansi insan pers dan aktivis di Medan melayangkan kecaman keras terhadap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Pernyataan presiden yang menyematkan istilah peyoratif “Londo Ireng” kepada jurnalis, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dinilai bukan sekadar salah ucap, melainkan bentuk kemunduran demokrasi yang mencederai marwah kebebasan pers nasional.

RelatedPosts

APBN Terbatas, Pemerintah Tumpu Harapan pada Swasta dan Danantara untuk Dongkrak Ekonomi 2027

Asa di Balik Peluh: Kisah Para Ibu di Medan Hantarkan Anak ke Perguruan Tinggi Lewat Program KIP

Jaga Kelancaran Pasokan BBM dan LPG di Aceh, Pertamina Patra Niaga Gandeng Kodam Iskandar Muda

Kecaman tersebut mengemuka dalam aksi damai yang bertepatan dengan agenda aksi kamisan di kawasan Pos Blok, Lapangan Merdeka, Medan, Kamis (30/7).

Mencederai Pilar Demokrasi dan Sikap Antikritik

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Sumatra Utara, Tuti Alawiyah Lubis, yang turun langsung membersamai aksi damai tersebut, melontarkan kritik tajam terhadap sikap sang kepala negara.

Menurutnya, Presiden Prabowo yang lahir dan disumpah dari rahim proses demokrasi seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga iklim kebebasan berpendapat, bukan justru melabeli elemen pengawas kekuasaan dengan stigma negatif.

“Prabowo dipilih melalui proses demokrasi tapi menghina pilar demokrasi. Sebutan ‘Londo Ireng’ adalah tuduhan serius yang membuktikan ketidaknegarawan Prabowo sebagai Presiden,” tegas Tuti pada aksi tersebut.

Tuti juga mengingatkan kembali rekam jejak politik sang presiden sebelum memegang kendali kekuasaan. Ia menilai ironis ketika seorang pemimpin yang dulunya kerap menggunakan ruang demokrasi untuk melontarkan kritik, kini justru menunjukkan gejala kepemimpinan yang antikritik.

“Mungkin Prabowo lupa selama tiga kali kalah capres, Prabowo juga aktif mengkritik pemerintah. Ini menunjukkan kepemimpinan antikritik,” tambahnya.

Stigmatisasi Berbahaya dan Dugaan Pengalihan Isu

Senada dengan Tuti, salah satu perwakilan jurnalis Array A. Argus menegaskan bahwa insan pers bekerja berdasarkan undang-undang dan mandat publik, sehingga tidak layak direduksi dengan stigmatisasi kolonial seperti “Londo Ireng” (Belanda hitam—istilah historis untuk kaum pribumi yang berpihak pada kolonial).

“Pernyataan seperti ini tidak pantas disampaikan oleh pemimpin negara. Diksi-diksi semacam ini hanya menjadi stigma kepada orang-orang yang peduli terhadap Republik ini,” ujar Array dengan nada geram.

Lebih jauh, Array melontarkan analisis kritis terkait motif di balik lontaran kontroversial tersebut. Ia menduga kegaduhan yang diciptakan oleh narasi sang presiden bukanlah sebuah kekhilafan semata, melainkan ada indikasi desain politik untuk mendistraksi perhatian publik dari persoalan krusial bangsa yang tengah menjadi sorotan.

“Jangan-jangan apa yang disampaikan Presiden merupakan bentuk kesengajaan untuk mengalihkan isu-isu besar—seperti korupsi MBG hingga kasus Febrie Ardiansyah,” pungkasnya menduga.

Titik Balik Hubungan Pers dan Kekuasaan

Aksi damai SOJAMSU di Medan ini menjadi sinyal kuat bahwa kalangan jurnalis dan masyarakat sipil di daerah tidak akan tinggal diam menghadapi upaya pembungkaman secara psikologis maupun verbal oleh penguasa. Di tengah kompleksitas masalah hukum dan tata kelola pemerintahan hari ini, ketegangan antara narasi kekuasaan dan nalar kritis pers diprediksi akan menjadi ujian serius bagi kualitas demokrasi Indonesia ke depan.

Tags: Aksi KamisanAnti KritikIJTIIkatan Jurnalis TelevisiInsan PersLondo IrengLSMPeyoratifPilar DemokrasiPresiden PrabowoSOJAMSU
Gunawan

Gunawan

Gunawan merupakan editor dan reporter DailyBisnis.com yang terlibat dalam proses penulisan, penyuntingan, pemeriksaan, dan publikasi berita. Ia berfokus pada penyajian informasi yang aktual, informatif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pembaca.

Related Posts

APBN Terbatas, Pemerintah Tumpu Harapan pada Swasta dan Danantara untuk Dongkrak Ekonomi 2027

APBN Terbatas, Pemerintah Tumpu Harapan pada Swasta dan Danantara untuk Dongkrak Ekonomi 2027

by Gunawan
Oktober 31, 2026
0

Dailybisnis.com, Jakarta - Pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi Indonesia harus menyentuh angka 6 persen pada 2027. Agar target tersebut tercapai,...

Asa di Balik Peluh: Kisah Para Ibu di Medan Hantarkan Anak ke Perguruan Tinggi Lewat Program KIP

Asa di Balik Peluh: Kisah Para Ibu di Medan Hantarkan Anak ke Perguruan Tinggi Lewat Program KIP

by Gunawan
Oktober 31, 2026
0

Dailybisnis.com, Medan - Bagi Nirma Br. Ginting, mencuci piring dan berjualan kerupuk keliling bukan sekadar rutinitas untuk menyambung hidup. Di...

Jaga Kelancaran Pasokan BBM dan LPG di Aceh, Pertamina Patra Niaga Gandeng Kodam Iskandar Muda

Jaga Kelancaran Pasokan BBM dan LPG di Aceh, Pertamina Patra Niaga Gandeng Kodam Iskandar Muda

by Gunawan
Oktober 31, 2026
0

Dailybisnis.com, Aceh - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak demi...

Recommended

Hadiri Rakernas APEKSI, Menko AHY Tekankan Pentingnya Kolaborasi Pemimpin Kota

Hadiri Rakernas APEKSI, Menko AHY Tekankan Pentingnya Kolaborasi Pemimpin Kota

4 bulan ago
Wanita pengedar narkoba dan barang bukti. / Istimewa

Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Wanita Penjahit Pakaian di Sergai Nyambi Edarkan Sabu

2 bulan ago
Dailybisnis.com

Dailybisnis.com ©2026 • All rights reserved.

Navigate Site

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Bisnis
  • Politik
  • News
  • Film
  • Musik
  • Olahraga
  • Fashion
  • Tekno
  • Health

Dailybisnis.com ©2026 • All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In