Dailybisnis.com, Medan – Bagi Anda warga Sumatera Utara yang sering lupa atau malas mengantre untuk membayar pajak kendaraan, kini tidak perlu khawatir lagi. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) meluncurkan aksi “jemput bola” melalui Operasi Sadar Pajak untuk mempermudah warga menunaikan kewajibannya langsung di tempat.
Operasi gabungan bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumut ini digelar di Jalan Putri Hijau, Medan, pada Jumat (16/10/2026). Dalam kegiatan ini, pengendara tidak hanya diperiksa kelengkapannya, tetapi juga diingatkan dan diberi kemudahan untuk langsung membayar pajak kendaraan di lokasi.
Kepala Bapenda Sumut, Sutan Tolang Lubis, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus mendorong ketertiban berlalu lintas dengan pendekatan yang ramah.
“Kita menyadarkan masyarakat untuk membayar pajak, karena ada masyarakat yang lupa untuk membayar kewajiban bayar pajak, kita ingatkan dengan baik-baik,” kata Sutan Tolang Lubis.
Sutan menambahkan, aksi jemput bola ini tidak berhenti di Kota Medan saja, melainkan akan terus digencarkan di 33 kabupaten/kota di seluruh Sumatera Utara. Karena itu, ia mengimbau warga agar tidak lagi menunda-nunda pembayaran pajak kendaraan.
Demi memberikan kenyamanan ekstra, Bapenda Sumut mengerahkan armada bus layanan pajak keliling tepat di area operasi. Lewat bus ini, masyarakat yang ketahuan belum membayar pajak bisa langsung memproses pembayaran di tempat tanpa harus repot pergi dan mengantre di kantor Samsat. Menariknya lagi, warga yang melunasi pajaknya saat itu juga berkesempatan mendapatkan apresiasi langsung.
“Di tempat operasi sadar pajak ada bus keliling pajak, agar masyarakat lebih mudah membayar pajak, kita juga memberikan hadiah-hadiah kepada masyarakat yang telah membayar pajak,” ungkap Tolang.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumut Kombes Pol Achmad Fauzi turut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tertib membayar pajak. Menurutnya, kontribusi pajak yang dibayarkan warga sangat krusial bagi kemajuan dan fasilitas umum di daerah.
“Kepada masyarakat untuk membayar kewajibannya, membayar pajak, karena dari uang pajak, ada pembangunan jalan, jembatan, lampu lampu jalan dan lain-lainnya, dari kita untuk kita,” katanya.
Inisiatif jemput bola ini pun langsung memanen pujian dari para pengendara. Rini, seorang warga Amplas yang kebetulan melintas, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan bus layanan keliling tersebut. Menurutnya, proses pembayaran di bus keliling jauh lebih praktis dan hemat waktu.
“Maunya bus-bus seperti ini lebih banyak lagi, jadi kami mudah bayar pajak, kalau di kantor Samsatkan ada antrean yang banyak, kalau banyak saja bus-bus seperti ini, saya yakin masyarakat banyak yang bayar pajak,” ungkapnya.
Langkah kreatif Bapenda Sumut ini membuktikan bahwa pelayanan publik kini semakin responsif. Dengan mendatangi langsung pusat-pusat aktivitas warga, membayar pajak tak lagi menjadi beban yang menyita waktu, melainkan proses yang cepat, mudah, dan menyenangkan.





