Dailybisnis.com, Medan – Perum BULOG bergerak menyikapi dugaan penyalahgunaan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh oknum mitra di wilayah Matraman dan Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Sebagai bentuk tanggung jawab menjaga kepercayaan publik, BULOG langsung mengambil langkah tegas berupa penertiban, penguatan pengawasan, serta evaluasi menyeluruh terhadap jalur distribusi.
Langkah pembenahan tata kelola ini dilakukan secara transparan dan akuntabel. Guna memperkuat pengendalian di lapangan, BULOG membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgas Khusus) Penertiban Program Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Kehadiran satgas ini bertujuan untuk memantau jalur distribusi secara ketat, mengevaluasi kepatuhan mitra, serta mencegah potensi penyimpangan sejak dini di seluruh wilayah operasional.
Pemimpin Perum BULOG Kantor Wilayah Sumut, R. Darma Wijaya, menegaskan bahwa langkah pengawasan ini sangat penting untuk memastikan program pemerintah berjalan dengan tertib dan tepat sasaran.
“Penguatan pengawasan ini merupakan bentuk komitmen BULOG dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan penyaluran beras SPHP berjalan secara tertib, transparan, dan tepat sasaran. Kami terus mendorong seluruh mitra penyalur untuk mematuhi ketentuan yang berlaku serta memastikan beras SPHP dapat diterima masyarakat sesuai tujuan program pemerintah,” tegas R. Darma Wijaya, Sabtu (31/10).
Perketat Jaringan Rumah Pangan Kita (RPK)
Selain membentuk Satgas Khusus, BULOG juga memperketat penataan dan evaluasi terhadap jaringan mitra penyalur, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK). Penyaluran beras SPHP melalui RPK diatur ketat dengan batasan pengambilan rata-rata 1 hingga 2 ton per pengambilan. Aturan ini diterapkan untuk menjaga pemerataan pasokan dan memperluas akses masyarakat secara adil.
BULOG juga mengingatkan seluruh mitra agar mematuhi aturan distribusi, batas harga jual, serta larangan menyalahgunakan komoditas bantuan pemerintah tersebut. Dengan pengawasan berjenjang yang semakin intensif, risiko penyimpangan di setiap mata rantai distribusi diharapkan bisa ditekan seminimal mungkin.
Sebagai penutup, BULOG berkomitmen untuk terus menjalankan penugasan pemerintah dengan penuh kehati-hatian demi menjaga stabilitas harga beras nasional. Perusahaan juga menyatakan dukungannya kepada aparat berwenang dalam memproses dugaan pelanggaran secara objektif dan tuntas.





