Dailybisnis.com, Medan – Taiwan Tourism Information Center in Jakarta (TTIC) resmi melebarkan sayap promosi pariwisatanya ke luar ibu kota dengan membidik Kota Medan sebagai salah satu lumbung potensi wisatawan baru yang strategis. Langkah ini diwujudkan lewat partisipasi aktif TTIC dalam ajang Medan Business Talk (MBT) 2026 yang digelar di Hotel Aryaduta, Medan, Selasa (19/5/2026).
Dalam forum bisnis tersebut, TTIC menyodorkan berbagai daya tarik unggulan Taiwan kepada para pelaku industri pariwisata di Sumatra Utara. Penawaran tersebut mencakup wisata kuliner global, destinasi tersembunyi (hidden gems) yang inovatif, penjelajahan kota, wisata alam, hingga program ‘Muslim Friendly Tourism’ (wisata ramah muslim). Kehadiran ini diharapkan mampu mempererat kolaborasi dan memperluas jaringan bisnis sektor pariwisata antara Taiwan dan Kota Medan.
Marketing Manager Taiwan Tourism Information Center in Jakarta, Ivana Osmond, mengungkapkan bahwa pasar Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif bagi pariwisata Taiwan.
“Pada tahun 2025, jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Taiwan telah melampaui 235.000 orang dan berhasil melampaui pencapaian sebelum pandemi. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya pasar Indonesia serta potensi pertumbuhan bagi pariwisata Taiwan terus meningkat,” jelas Ivana Osmond di Medan, Selasa (19/5/2026).
Karakteristik Unik Pasar Medan
Selain didorong oleh jumlah populasi yang besar, tren kunjungan masyarakat Indonesia ke Taiwan kini semakin bervariasi. Sektor pasarnya berkembang mulai dari wisata grup konvensional, perjalanan insentif perusahaan (incentive tour), grup keluarga, wisata komunitas, hingga wisata tematik.
Ivana menilai, Medan yang berstatus sebagai kota terbesar keempat di Indonesia sekaligus pusat ekonomi dan transportasi di Sumatra Utara memiliki potensi yang unik. Karakteristik pelancong asal Medan cenderung menyukai wisata grup berbasis komunitas, agenda keagamaan, pertukaran kebudayaan, hingga program pertukaran pelajar.
Aksesibilitas yang mudah juga menjadi nilai tambah. Wisatawan dari Medan dapat dengan cepat terbang ke Taiwan melalui koneksi hub penerbangan regional terdekat seperti Penang, Kuala Lumpur, dan Singapura. Hal ini membuka ruang yang luas bagi pengembangan paket-paket wisata baru ke Taiwan.
Dari Wisata Alam hingga Destinasi Ramah Muslim
Selain destinasi ikonik yang sudah populer seperti Taipei 101, Sun Moon Lake, dan Alishan, Taiwan kini tengah gencar mengenalkan opsi liburan lain. Wilayah seperti Taichung, Tainan, Kaohsiung, hingga kawasan timur seperti Hualien yang menawarkan konsep slow travel dan keindahan alam, mulai disodorkan sebagai alternatif bagi pelancong asal Indonesia.
Di sisi lain, Taiwan juga berkomitmen serius dalam menggarap ekosistem wisata ramah muslim guna menjamin kenyamanan pelancong Muslim asal Indonesia. Komitmen ini terbukti lewat pencapaian Taiwan yang bertengger di peringkat keempat dunia dalam Global Muslim Travel Index 2025 untuk kategori destinasi non-OIC (Organisasi Kerja Sama Islam).
Saat ini, berbagai kota utama di Taiwan telah dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang memadai, seperti restoran berlabel halal, musala, hingga akomodasi ramah muslim untuk memudahkan pergerakan wisatawan selama di sana.
Menatap ke depan, Taiwan berkomitmen untuk terus mempertajam strategi segmentasi pasar dan memperkuat promosi di tingkat regional melalui sinergi dengan para agen travel di Medan dan Sumatra Utara.
Ivana mengatakan, ke depannya Taiwan akan terus memperkuat strategi segmentasi pasar dan pendalaman promosi regional dengan meningkatkan interaksi dan kerja sama bersama pelaku industri pariwisata di Medan dan Sumatra Utara.
Melalui pengembangan produk wisata, pertukaran industri, promosi media dan komunitas, Taiwan berharap dapat memperluas jangkauan pasar pariwisata Taiwan di berbagai wilayah Indonesia sekaligus menciptakan peluang baru bagi pertukaran wisata dua arah antara Taiwan dan Indonesia.











