Dailybisnis.com, Bukit Lawang – Komitmen pelestarian satwa di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) kembali membuahkan hasil manis. Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) melalui personel Resor Bukit Lawang mengonfirmasi bertambahnya populasi Orangutan Sumatera menyusul kelahiran anggota baru dari induk bernama Pesek.
Persalinan alami ini terpantau di Jalur Trail 1, posisi Kayu Putih, pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Kabar ini menjadi angin segar bagi upaya konservasi di wilayah Sumatera Utara.
Kepala Bidang PTN Wilayah III Balai Besar TNGL, Palber Turnip, menjelaskan bahwa pemantauan awal di lokasi menunjukkan tren positif bagi kedua satwa tersebut. Berdasarkan hasil pengecekan lapangan, kondisi induk dan bayi dilaporkan dalam keadaan sehat.
Rekam Jejak Pesek: Dari Binjai ke Rimba Leuser
Pesek bukanlah penghuni baru di TNGL. Ia merupakan individu rehabilitan yang sukses beradaptasi dengan kehidupan liar sejak tahun 1993. Kala itu, Pesek yang masih berusia sekitar 5 tahun diserahkan oleh masyarakat Binjai ke pusat rehabilitasi.
Keberhasilannya bertahan dan berkembang biak di alam liar menjadi bukti nyata efektivitas program rehabilitasi. Di usianya yang kini memasuki kepala tiga, Pesek menunjukkan produktivitas yang luar biasa.
“Saat ini usia Pesek diperkirakan telah mencapai sekitar 38 tahun dan telah melahirkan sebanyak 7 kali,” ungkap Palber, Rabu (25/3/2026).
Silsilah Keturunan dan Pemantauan Lanjutan
Kelahiran terbaru pada 24 Maret 2026 ini menambah panjang daftar keturunan Pesek setelah sebelumnya melahirkan April (1997), Hirim (2001), Alam (2004), Wati (2006), Valentino (2013), dan Pandemik (2020). Hingga saat ini, petugas masih mengobservasi jenis kelamin sang bayi dan belum memberikan nama resmi.
Guna menjamin keamanan di habitat alaminya, tim BBTNGL bersama mitra konservasi dari Orangutan Information Centre (OIC) akan terus melakukan pengawasan intensif. Fenomena ini mempertegas bahwa kawasan TNGL tetap menjadi benteng pertahanan yang aman bagi keberlangsungan hidup Orangutan Sumatera.











