Dailybisnis.com, Medan — Di tengah dinamika kebutuhan energi masyarakat yang kian meningkat, jajaran pimpinan PT Pertamina Patra Niaga turun langsung ke lapangan. Dewan Komisaris bersama Direktur Transformasi, Digitalisasi & Sustainability Pertamina Patra Niaga melaksanakan kegiatan Management Walkthrough (MWT) untuk memantau keandalan layanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sumatera Utara.
Peninjauan lapangan ini mencakup lima titik strategis, yakni SPBU 11.201.102 dan SPBU 11.201.104 di Kota Medan, SPBU 14.205.178 serta SPBU 14.203.155 di Kabupaten Deli Serdang, hingga SPBU 14.221.248 di Kabupaten Karo. Langkah ini diambil tidak sekadar untuk memastikan ketersediaan stok, tetapi juga menguji kesiapan operasional di lini terdepan pelayanan energi.
Menakar Kesiapan Operasional dan Aspek HSSE
Dalam kunjungannya, Dewan Komisaris dan Direksi melakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM), penerapan aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE), hingga berdialog secara langsung dengan pengelola, operator, dan konsumen di SPBU.
Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga, Panel Barus, menegaskan bahwa peninjauan intensif ini merupakan bentuk pengawasan melekat agar operasional di lapangan berjalan sesuai standar pelayanan optimal.
“Selama beberapa hari kami melakukan peninjauan langsung. Kami memastikan operasional SPBU telah berjalan normal dan pasokan BBM berada dalam kondisi aman. Tim Pertamina Patra Niaga terus bekerja selama 24 jam untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” ujar Panel Barus, Sabtu (1/8/2026).
Senada dengan hal tersebut, Direktur Transformasi, Digitalisasi & Sustainability Pertamina Patra Niaga, Tenny Elfrida, menyoroti pentingnya pemanfaatan sistem digital dan evaluasi berkala untuk memperkuat rantai pasok energi. Pihaknya berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem penyaluran demi mengantisipasi potensi kendala distribusi.
“Berbagai penyempurnaan pada sistem penyaluran akan terus kami lakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan keandalan layanan kepada masyarakat,” ungkap Tenny.
Tantangan Distribusi dan Komitmen Pengawasan
Meski hasil pemantauan menunjukkan bahwa stok dan penyaluran BBM di wilayah Sumbagut berada dalam kondisi aman serta berjalan normal, pengamat menilai bahwa langkah pengawasan langsung ini harus diiringi dengan mitigasi jangka panjang. Mengingat karakteristik geografis Sumatera Utara yang beragam, mulai dari kawasan perkotaan padat seperti Medan hingga daerah dataran tinggi dan perbukitan seperti Karo, konsistensi rantai pasok menjadi kunci utama untuk mencegah potensi kelangkaan atau penyalahgunaan subsidi.
Menanggapi hal tersebut, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menyatakan pihaknya siap mengimplementasikan seluruh arahan strategis dari jajaran komisaris dan direksi secara konsisten.
“Kami terus memperkuat monitoring operasional SPBU, kondisi stok, dan penyaluran BBM di seluruh wilayah kerja Regional Sumbagut. Bersama seluruh pemangku kepentingan, kami berkomitmen menjaga keandalan distribusi energi,” tegas Sunardi.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan akan memperketat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, guna memastikan distribusi energi tepat sasaran.
Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam melakukan pembelian BBM sesuai dengan kebutuhan di lembaga penyalur resmi. Apabila menemukan kendala atau membutuhkan informasi seputar produk dan layanan, konsumen dapat mengakses layanan Pertamina Customer Solution 135.





