Dailybisnis.com, Jakarta — Pemerintah resmi menyiapkan sebanyak 4.770 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) melalui jalur sekolah kedinasan tahun 2026. Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan 3.257 formasi. Pengumuman pembukaan seleksi direncanakan mulai berlangsung pada Agustus 2026.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini berpesan kepada seluruh putra-putri Indonesia agar mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi rangkaian seleksi ini.
“Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, integritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat,” ujar Menteri Rini di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Alur Pendaftaran dan Penggunaan Sistem CAT
Setelah pengumuman resmi dirilis, proses pendaftaran dapat diakses secara terpadu melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui laman resmi sscasn.bkn.go.id.
Dalam pelaksanaan seleksinya, pemerintah tetap mengandalkan metode Computer Assisted Test (CAT). Sistem ini dinilai terbukti efektif dalam memberantas praktik kecurangan dalam seleksi CASN, seperti praktik “titipan orang dalam” maupun penggunaan joki.
Menteri Rini juga secara tegas memperingatkan para peserta agar tidak mudah tergiur oleh tawaran pihak tak bertanggung jawab.
“Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas,” tegasnya.
Selain itu, dukungan moral dari keluarga turut ditekankan. Menteri Rini berpesan kepada para orang tua agar senantiasa memberikan dorongan positif bagi anak-anak mereka agar dapat berkompetensi secara sehat.
Jadwal dan Materi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)
Rangkaian seleksi dijadwalkan berlanjut ke tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang ditargetkan berlangsung pada September 2026.
Sebagaimana standar seleksi CASN pada umumnya, materi SKD sekolah kedinasan mencakup tiga komponen utama, yaitu:
- Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
- Tes Intelegensia Umum (TIU)
- Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
Usai merampungkan tahap SKD, peserta yang lolos akan melanjutkan ke tahap seleksi lanjutan yang jadwal detailnya diatur secara mandiri oleh masing-masing instansi sekolah kedinasan terkait.
“Semoga seleksi Sekolah Kedinasan 2026 dapat melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mengedepankan kepentingan masyarakat,” pungkas Menteri Rini.
Rincian Alokasi Formasi Sembilan Instansi
Tahun ini, sebanyak sembilan instansi kementerian dan lembaga turut membuka formasi resmi untuk sekolah kedinasan di bawah naungan masing-masing. Berikut adalah rincian lengkap pembagian 4.770 formasi nasional:
1. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (Kementerian Dalam Negeri) 1.410
2. 22 Sekolah Kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan 891
3. Politeknik Keuangan Negara STAN (Kementerian Keuangan) 1.000
4. Politeknik Statistika STIS (Badan Pusat Statistik) 564
5. Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan) 375
6. Politeknik Pengayoman Indonesia (Kementerian Hukum) 250
7. Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 130
8. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (BIN) 100
9. Politeknik Siber dan Sandi Negara (BSSN) 50
TOTAL 4.770





