Dailybisnis.com, Simalungun – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menegaskan bahwa penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Biosolar di Kabupaten Simalungun tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa mereka terus mengoptimalkan monitoring operasional serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut tetap terpenuhi.
Terkait kondisi di lapangan, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan bahwa penyaluran Biosolar ke SPBU 14.211.213 Perdagangan tetap berjalan lancar.
Berdasarkan data operasional, SPBU tersebut tercatat telah menerima dan menyalurkan total 80 KL Biosolar dalam sepuluh hari terakhir. Pasokan terbaru sebanyak 16 KL juga telah diterima oleh SPBU tersebut pada Rabu, 10 Juni 2026.
Menanggapi adanya antrean kendaraan di SPBU, Fahrougi menjelaskan bahwa fenomena tersebut sering kali dipicu oleh fluktuasi permintaan.
“Antrean di SPBU dapat dipengaruhi oleh tingginya kebutuhan masyarakat pada waktu tertentu, khususnya pada jam-jam operasional tertentu maupun saat terjadi peningkatan permintaan secara bersamaan,” ucap Fahrougi.
Meskipun demikian, Fahrougi menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena ketersediaan stok tetap terjaga.
“Namun demikian, pasokan Biosolar untuk wilayah Kabupaten Simalungun tetap tersedia dan distribusi terus dilakukan sesuai jadwal penyaluran serta kondisi operasional di lapangan,” imbuhnya.
Sebagai langkah antisipasi dan untuk menjaga ketertiban distribusi, Pertamina mengimbau masyarakat agar melakukan pembelian BBM subsidi secara bijak sesuai dengan kebutuhan dan aturan yang berlaku.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin menyampaikan pengaduan terkait layanan energi, Pertamina menyediakan saluran komunikasi melalui Pertamina Contact Center (PCC) di nomor 135.











