Dailybisnis.com, Medan – Aksi bermain egrang dan terompah bersama anak-anak Sekolah Dasar (SD) di Medan Marelan yang dilakukan oleh Agustin Sastrawan Harahap, M.Pd., menarik perhatian publik. Video yang beredar tidak hanya membangkitkan nostalgia masa kecil sebelum era gawai, tetapi juga menyimpan misi penting, trauma healing bagi anak-anak korban bencana banjir.
Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Medan (UNIMED) tersebut menggelar kegiatan bertajuk Trauma Healing Berbasis Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional melalui Pojok Bermain Pasca Banjir Siswa Sekolah Dasar Medan Marelan pada Sabtu (29/8/2026).
Sebanyak 120 siswa antusias mengikuti kegiatan ini dengan pendampingan langsung dari lima guru dan seorang kepala sekolah. Ragam permainan tradisional yang dihadirkan meliputi:
Egrang dan Terompah: Melatih keberanian dan keseimbangan.
Gasing dan Kelereng: Melatih fokus dan konsentrasi.
Congkak dan Catur Tengku Umar: Mengasah kemampuan strategi serta kelincahan berpikir.
Agustin, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Provinsi Sumatera Utara, menegaskan pentingnya pemulihan psikologis anak-anak di wilayah terdampak bencana melalui pendekatan yang sesuai dengan dunia mereka.
“Trauma healing ini penting bagi anak-anak kita terutama di lokasi bencana, agar anak-anak kita bisa terus bermain sekaligus menghindari diri dari pengaruh buruk gadget dan game online,” ujar Agustin, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, permainan rakyat memiliki efektivitas tinggi dalam mengembalikan keceriaan dan kesehatan mental anak pascabencana.
“Trauma healing melalui permainan merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan kepada anak-anak karena sesuai dengan karakteristik dunia mereka. Anak-anak memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan perasaan dan pengalaman yang mereka alami. Melalui permainan, mereka dapat kembali berinteraksi, tersenyum, bergerak, dan membangun rasa nyaman bersama teman-temannya,” pungkas Agustin.
Lewat integrasi fisik dan emosional ini, permainan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga media efektif untuk membangun kerja sama, menguji konsentrasi, serta membantu anak-anak mengelola emosi pascabencana.





