Dailybisnis.com, Medan – Kabupaten Samosir akan kembali menjadi pusat perhatian dunia pada bulan September mendatang. Kawasan yang dikenal dengan keindahan Danau Toba ini bakal menggelar ajang bergengsi Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026.
Mengusung tema “Kaldera Toba Bergema: Suara dari Toba”, festival ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari di Kecamatan Pangururan. Acara utama yang menjadi magnet dalam perhelatan ini adalah Samosir International Choir Competition, sebuah kompetisi paduan suara dan vokal solo berskala internasional.
Ketua Panitia TCCF 2026, Rios Sabar Andriano Tampubolon, S.H., menegaskan bahwa ajang ini memiliki skala yang jauh lebih luas dari sekadar kompetisi vokal. Menurutnya, festival ini dirancang sebagai wadah yang menyatukan harmoni musik dengan kekayaan budaya.
“Sesuai temanya, kompetisi paduan suara ini menjadi daya tarik untuk memperkenalkan budaya dan adat-istiadat Nusantara ke kancah internasional yang digelar langsung di Pangururan, Samosir, di tepi Danau Toba yang legendaris,” ujar Rios, Selasa (23/6/2026).
Mengintegrasikan Filosofi Batak
TCCF 2026 tidak hanya fokus pada olah vokal. Di bawah arahan Direktur Artistik Ondi Yohan Tambunan, festival ini mengintegrasikan tiga pilar filosofi Suku Batak ke dalam seluruh rangkaian acaranya, yakni Dalihan Na Tolu (sistem kekerabatan), Tondi (semangat jiwa), serta Gondang dan Tortor (musik dan tarian ritual).
Tidak hanya menampilkan keindahan musik, acara ini juga akan memperkenalkan adat-istiadat hingga kuliner khas dari tujuh kabupaten yang mengelilingi Danau Toba.
“Dari Toba Caldera Culture Festival 2026 ini, kami ingin memperkenalkan seluruh hal yang berkaitan dengan Suku Batak. Cara hidup, seni, hingga kuliner khasnya kepada dunia internasional,” tambah Rios.
Antusiasme Tinggi dan Penilaian Profesional
Hingga saat ini, antusiasme calon peserta terpantau sangat tinggi. Tercatat setidaknya 2.000 penyanyi paduan suara dan 70 penyanyi vokal solo telah mendaftarkan diri untuk berkompetisi. Seluruh penampilan nantinya akan dinilai langsung oleh juri profesional yang didatangkan dari berbagai negara, mulai dari Indonesia, Asia, hingga Eropa.
Panitia menargetkan sebanyak 10.000 pengunjung akan memadati Pangururan selama festival berlangsung. Acara direncanakan akan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, mulai dari pemuka agama, pemangku adat, kepala daerah, hingga Menteri Pariwisata Republik Indonesia.
Rangkaian perhelatan ini akan dibuka dengan pertunjukan tarian tradisional Batak yang megah, sebagai simbol dimulainya perayaan budaya dunia di tepian Danau Toba.
Harapan bagi Pelestarian Budaya
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, TCCF 2026 diharapkan mampu menjadi pemantik bagi pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi yang kian deras.
“Kami ingin melahirkan suara yang mengundang dunia untuk mengenal adat dan budaya Danau Toba. Kami berharap festival ini menumbuhkan semangat baru bagi dunia musik, budaya, dan pelestarian adat-istiadat,” pungkas Rios.











