• About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Oktober 30, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Dailybisnis.com
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Politik
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Ragam
    • Film
    • Musik
    • Tekno
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Politik
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Ragam
    • Film
    • Musik
    • Tekno
No Result
View All Result
Dailybisnis.com
No Result
View All Result
Home News

Tingkatkan Produktivitas Perkebunan Rakyat, 126 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Teknis Budidaya Sawit di Medan

by Gunawan
September 19, 2026
in News
0
Tingkatkan Produktivitas Perkebunan Rakyat, 126 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Teknis Budidaya Sawit di Medan

126 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Teknis Budidaya Sawit di Medan. Foto: Istimewa

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dailybisnis.com, Medan — Pelatihan bagi pekebun kelapa sawit bukan sekadar tempat menambah pengetahuan atau mendapatkan sertifikat. Ukuran keberhasilannya justru terlihat ketika ilmu dan teknologi yang diperoleh benar-benar mengubah cara pekebun mengelola kebunnya.

Pesan itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Jenri Saragih, saat membuka Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) 2026 di Medan, Minggu (13/9/2026).

RelatedPosts

Sensasi Kuliner Baru di Medan: Tekko, Ramen Ten 10, dan Kopi Terbang Hadir di Jalan M Yamin

Dari Tanah Karo Menuju Panggung Dunia: Perjalanan Inspiratif Dedy Ismail Hasibuan Populerkan Trail Running di Sumut

Jamin Pasokan Aman di Wilayah Kepulauan, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelontorkan 25 Ribu Tabung LPG 3 Kg Layak Edar ke Karimun

Pelatihan yang diikuti 126 pekebun asal Kabupaten Simalungun ini diselenggarakan oleh PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) pada 13–19 September 2026 di Medan.

Para peserta diharapkan tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu membawa pulang pengetahuan dan keterampilan untuk diterapkan di kebun masing-masing.

“Kalau pulang dari sini namun tidak mengubah cara teknis budidaya, yang kita dapat hanya cerita bahwa kita pernah menginap di Hotel Polonia. Namun, yang harus dibawa pulang adalah perubahan cara mengelola kebun,” tegas Jenri.

Menurut Jenri, pesan tersebut penting karena tantangan sawit rakyat saat ini bukan lagi sekadar memperluas areal perkebunan. Dengan ruang ekspansi lahan yang semakin terbatas, peningkatan produktivitas dari kebun yang sudah ada menjadi jalan penting untuk meningkatkan pendapatan pekebun.

Di Simalungun, perkebunan sawit rakyat memiliki luas sekitar 38.905,5 hektare dengan produksi mencapai 317.771 ton tandan buah segar (TBS). Namun, produktivitas kebun rakyat masih menghadapi kesenjangan dibandingkan perkebunan perusahaan.

Produktivitas perkebunan perusahaan disebut dapat mencapai sekitar 24 ton TBS per hektare per tahun, sementara sebagian besar perkebunan rakyat masih berada pada kisaran 12–15 ton TBS per hektare per tahun.

Jenri menilai kesenjangan tersebut perlu dijawab melalui perbaikan praktik budidaya. Pekebun tidak cukup hanya datang ke kebun saat musim panen, tetapi harus konsisten melakukan pemupukan, pengendalian gulma, pemeliharaan tanaman, serta pemantauan kesehatan tanaman.

Penerapan good agricultural practices (GAP) menjadi salah satu kunci, mulai dari penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, pemeliharaan tanaman, hingga pemanenan sesuai standar.

Sertifikat Bukan Ukuran Keberhasilan

Bagi Jenri, sertifikat yang diterima peserta bukanlah tujuan akhir pelatihan. Sertifikat hanya menjadi bukti bahwa peserta telah mengikuti proses pembelajaran. Yang jauh lebih penting adalah apa yang terjadi setelah peserta kembali ke Simalungun.

Ia berharap setiap peserta membawa pulang setidaknya satu perubahan dalam cara mengelola kebunnya. Perubahan itu kemudian dapat ditularkan kepada pekebun lain di kelompok maupun lingkungan masing-masing.

“Harapan kami, ketika datang ke sini 126 orang, nanti pulang dampak atau jangkauannya menjadi seperti 130 orang atau lebih,” katanya.

Pernyataan tersebut menggambarkan harapan agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada 126 peserta. Setiap peserta diharapkan mampu menjadi sumber pengetahuan baru bagi pekebun lain.

Jenri juga meminta peserta memanfaatkan pelatihan untuk memperdalam berbagai aspek teknis budidaya. Penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, pemanenan sesuai standar, hingga penguatan kelembagaan kelompok diharapkan tidak berhenti sebagai materi di ruang kelas.

“Marilah kita sama-sama fokus mengikuti kegiatan ini. Tujuannya adalah bagaimana penerapan teknologi budidaya kelapa sawit ini bisa kita terapkan di wilayah perkebunan kita masing-masing,” ujarnya.

Ilmu Harus Sampai ke Kebun

Pesan serupa disampaikan Dr. Agus Eko Prasetyo, Manajer Urusan Pelayanan Jasa Konsultasi Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS)–PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN).

Menurut Agus, ilmu dan teknologi yang diperoleh dalam pelatihan harus dipadukan dengan pengalaman pekebun dan diterapkan sesuai kondisi kebun masing-masing.

“Jangan berhenti pada ilmu pengetahuan. Jangan hanya hadir mengikuti pelatihan, mendapatkan materi, dan sertifikat. Informasi dan teknologi yang diberikan silakan dipilih mana yang relevan dan cocok digunakan di kebun masing-masing, kemudian diterapkan,” katanya.

Agus menilai peserta memiliki pengalaman lapangan yang beragam. Pengalaman tersebut perlu dipadualkan dengan pengetahuan dan teknologi dari para narasumber agar dapat menghasilkan solusi atas persoalan nyata di kebun.

Penerapan teknologi juga tidak harus selalu dalam skala besar. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak terhadap pengelolaan kebun dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, keberhasilan transfer teknologi menurut Agus bukan ketika pekebun sekadar memahami materi pelatihan. Keberhasilan baru terlihat ketika pengetahuan tersebut diterapkan, menghasilkan perubahan di kebun, dan memberikan nilai ekonomi bagi pekebun.

Dari 126 Peserta Menjadi Dampak yang Lebih Besar

Pelatihan SDMP 2026 yang diselenggarakan RPN dengan dukungan BPDP dan Ditjenbun ini diharapkan tidak berhenti di ruang kelas. Pengetahuan yang diperoleh 126 pekebun diharapkan menyebar melalui kelompok tani dan komunitas pekebun di Simalungun.

Dengan demikian, investasi dalam peningkatan kapasitas SDM pekebun tidak hanya menghasilkan peserta yang lebih terampil, tetapi juga mendorong perubahan praktik budidaya di tingkat kebun.

Pada akhirnya, keberhasilan program bukan dihitung dari berapa banyak sertifikat yang dibagikan, melainkan berapa banyak kebun yang berubah menjadi lebih baik.

Jika pengetahuan tentang bibit unggul, pemupukan, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, serta pemanenan benar-benar diterapkan, pelatihan akan menemukan maknanya: ilmu masuk ke kelas, perubahan terjadi di kebun, produktivitas meningkat, dan pendapatan pekebun ikut terdorong.

Tags: Dinas Pertanian SimalungunPelatihan PerkebunanPerkebunan RakyatPerkebunan SawitSimalungunTeknis Budidaya
Gunawan

Gunawan

Gunawan merupakan editor dan reporter DailyBisnis.com yang terlibat dalam proses penulisan, penyuntingan, pemeriksaan, dan publikasi berita. Ia berfokus pada penyajian informasi yang aktual, informatif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pembaca.

Related Posts

Sensasi Kuliner Baru di Medan: Tekko, Ramen Ten 10, dan Kopi Terbang Hadir di Jalan M Yamin

Sensasi Kuliner Baru di Medan: Tekko, Ramen Ten 10, dan Kopi Terbang Hadir di Jalan M Yamin

by Gunawan
Oktober 29, 2026
0

Dailybisnis.com, Medan - Warga Medan kini punya destinasi kuliner baru yang seru untuk disambangi. Di penghujung Oktober 2026, Tekko resmi...

Dari Tanah Karo Menuju Panggung Dunia: Perjalanan Inspiratif Dedy Ismail Hasibuan Populerkan Trail Running di Sumut

Dari Tanah Karo Menuju Panggung Dunia: Perjalanan Inspiratif Dedy Ismail Hasibuan Populerkan Trail Running di Sumut

by Gunawan
Oktober 29, 2026
0

Dailybisnis.com, Medan - Bagi kebanyakan orang, akhir pekan adalah waktu terbaik untuk memulihkan diri dari penatnya rutinitas harian. Namun, bagi...

Jamin Pasokan Aman di Wilayah Kepulauan, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelontorkan 25 Ribu Tabung LPG 3 Kg Layak Edar ke Karimun

Jamin Pasokan Aman di Wilayah Kepulauan, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelontorkan 25 Ribu Tabung LPG 3 Kg Layak Edar ke Karimun

by Gunawan
Oktober 29, 2026
0

Dailybisnis.com, Karimun – Distribusi LPG 3 Kg di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, terus diperketat dan dioptimalkan oleh Pertamina Patra Niaga...

Recommended

Resah dengan Aktivitas Mencurigakan! Warga Gerebek Rumah Kos di Padangsidempuan: 39 Orang Diamankan

Resah dengan Aktivitas Mencurigakan! Warga Gerebek Rumah Kos di Padangsidempuan: 39 Orang Diamankan

3 bulan ago
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Sabet 40 Penghargaan ENSIA 2026 Berkat Inovasi Lingkungan

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Sabet 40 Penghargaan ENSIA 2026 Berkat Inovasi Lingkungan

2 bulan ago
Dailybisnis.com

Dailybisnis.com ©2026 • All rights reserved.

Navigate Site

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Bisnis
  • Politik
  • News
  • Film
  • Musik
  • Olahraga
  • Fashion
  • Tekno
  • Health

Dailybisnis.com ©2026 • All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In