Dailybisnis.com, Medan – Memasuki usia lebih dari 45 tahun, BINUS University sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Indonesia membuktikan peran aktifnya melalui penciptaan ekosistem belajar yang berorientasi pada hasil dan kesiapan berkarier.
Selama lebih dari empat dekade, BINUS secara konsisten menghadirkanpendidikan tinggi yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhanindustri, seiring perubahan dunia yang semakin dinamis.
Komitmen tersebutdilandasi oleh visi “Fostering and Empowering Society in Building and Serving the Nation”, yang mendorong BINUS untuk tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang siap berperan aktif dalam masyarakat dan pembangunan bangsa.
Semangat besar tersebut diwujudkan secara nyata melalui penguatan peran BINUS di berbagai daerah, salah satunya melalui BINUS Medan. Kehadiran BINUS Medan tidak hanya berdiri sebagai institusi pendidikan konvensional, melainkan juga bertindak sebagai bagian dari ekosistem yang tumbuh bersama Kota Medan dan wilayah Sumatra Utara.
Melalui pendekatan kolaboratif, BINUS Medan secara aktif berkontribusi melalui rangkaian kegiatan yang bertujuan memperluas akses pembelajaran, meningkatkan literasi teknologi dan kewirausahaan, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Sebagai upaya menghadirkan dampak yang lebih terarah dan berkelanjutan, BINUS Medan merancang rangkaian kegiatan yang saling terhubung yang dilaksanakan sepanjang pertengahan tahun 2026.
Rangkaian ini dirancang untuk menjangkau siswa, orang tua, dan masyarakat luas melalui berbagai inisiatif edukatif. Di antaranya adalah seminar bagi siswasiswi SMA/SMK bertajuk “Architecting the Future: From Business Model to System Logic” yang dibawakan oleh dosen Program Studi Information Systems dan Digital Business BINUS Medan.
Selain itu, digelar pula workshop AI untuk produktivitas dan media sosial bersama praktisi komunikasi Dr. Judi Arto, Direktur Marketing BINUS Group, serta program SHE Codes hasil kolaborasi strategis dengan Indosat.
Sebagai kampus Global Digitalpreneur yang mengusung semangat kewirausahaan, BINUS Medan juga menyelenggarakan Bootcamp Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026. Agenda bergengsi ini menyasar siswa SMA/SMK di wilayah Sumatra Utara, Riau, dan Aceh.
Melalui bootcamp ini, para peserta dibekali pelatihan intensif mulai dari pengembangan ide, pemahaman Business Model Canvas (BMC), hingga kompetisi FIKSI sebagai ruang implementasi gagasan bisnis yang nyata. Seluruh kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan pola pikir inovatif, literasi teknologi, serta kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan dan dunia kerja yang terus berkembang.
Dalam kesempatan ini, Tri Juniarty, S.Kom., M.M., Direktur Kampus BINUS Medan, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan mencerminkan semangat BINUS dalam memberikan kontribusi nyata bagi tanah air Indonesia.
“Memasuki 45 tahun perjalanan BINUS University, kami memaknai momentum ini sebagaikomitmen berkelanjutan untuk terus berkontribusi bagi Indonesia melalui pendidikan yang relevan dan berdampak. Berbagai rangkaian kegiatan yang kami hadirkan di BINUS Medan merupakan wujud nyata semangat untuk mempersiapkan generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pola pikir, keterampilan, dan kesiapan untuk berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujar Tri Juniarty, Selasa (19/5).
Selaras dengan tujuan tersebut, pada periode yang sama, BINUS Medan juga menghadirkan program-program pendampingan yang berfokus pada kesiapan jangka panjang generasi mudadan pemahaman orang tua terhadap penyelenggaraan pendidikan di kampus BINUS Medan.
Salah satu langkah konkretnya adalah seminar pertemuan universitas dan orang tua. Agenda ini berfungsi sebagai ruang dialog terbuka untuk membangun pemahaman bersama mengenaisistem pembelajaran, jalur pengembangan mahasiswa, serta prospek karier setelah lulus.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi semakin relevan di tengah meningkatnyakekhawatiran orang tua dan calon mahasiswa dalam menentukan pilihan pendidikan tinggi.
Saat ini, perguruan tinggi tidak lagi dipandang semata sebagai tempat belajar, tetapi sebagai keputusan strategis yang berdampak langsung pada masa depan karier anak.
Berdasarkan riset terbaru yang dilakukan oleh Populix bersama BINUS University, menunjukkan bahwa kekhawatiran orang tua tidak hanya terbatas pada pilihan jurusan, tetapi juga pada keterbatasan informasi mengenai prospek karier dan kemampuan lulusan untuk terserap di dunia kerja. Oleh karena itu, faktor employability (daya serap kerja) kini semakin menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat dalam memilih perguruan tinggi yang tepat.











